JAKARTA -- Pendiri Microsoft, Bill Gates memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat memicu pergolakan ekonomi dan sosial selama dua dekade. Kecanggihan AI akan mengganggu lapangan kerja dan kehidupan sehari-hari, bahkan jika teknologi tersebut dikelola dengan baik.
Dalam sebuah wawancara dengan siniar Decoder yang dirilis pada Kamis, Bill Gates menyatakan bahwa transisi menuju ekonomi berbasis AI akan menciptakan pihak yang diuntungkan maupun dirugikan.
Baca Juga- Nggak Wajib Pakai Ijazah, DLH DKI Jakarta Buka 264 Lowongan Kerja
- Pasokan Gas Dipangkas Indonesia, Begini Dampaknya Buat Singapura Kata Analis
- Gaya Hidup Sehat Sejak Dini Bisa Pangkas Risiko Demensia Hingga 40 Persen
Hal ini berpotensi mengubah lanskap ketenagakerjaan dan memunculkan pertanyaan mengenai peran manusia dalam masyarakat.
"Kekhawatiran terbesar saya adalah periode transisi selama 20 tahun ini, di mana akan ada pihak yang menang dan kalah, serta banyak disrupsi yang terjadi," ujar Gates, 70 tahun dilansir Anadolu.
Ia menambahkan bahwa masyarakat harus mampu melewati pergolakan tersebut sebelum akhirnya mungkin memasuki era kelimpahan.
Ia menjelaskan bahwa jangka waktu tersebut hanyalah sebuah estimasi, bukan prediksi pasti. Transisi ini bisa berlangsung lebih singkat atau lebih lama, tergantung pada kemajuan teknologi serta keputusan terkait apakah pengembangan teknologi tersebut perlu diperlambat.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika