Nasional

BMKG Prediksi Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Rawan Karhutla Hari Ini

JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan berpotensi mengguyur sejumlah kota di wilayah prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Ahad (25/10/2026). Hujan disertai petir...

25 Oktober 2026, pukul 01:10 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan berpotensi mengguyur sejumlah kota di wilayah prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Ahad (25/10/2026). Hujan disertai petir diperkirakan terjadi di Jambi dan Palembang, sedangkan Palangka Raya dan Banjarmasin berpotensi mengalami hujan ringan.

Prakiraan tersebut muncul ketika pemerintah masih menangani karhutla di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 21 Oktober 2026, lima provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla adalah Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Baca Juga

Kepala BNPB Kristomei Sianturi menyampaikan, jumlah provinsi prioritas berkurang dari enam menjadi lima setelah Riau dikeluarkan dari daftar tersebut. Sementara itu, Sumatera Selatan dan Jambi masih mencatat peningkatan titik api meskipun tidak terlalu signifikan.

Di tengah upaya penanganan karhutla tersebut, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas berbeda di sejumlah kota. Prakirawan BMKG Nazmi Nariyah mengatakan, hujan ringan berpotensi terjadi di Padang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Makassar.

“Potensi hujan ringan juga terdapat di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung; Palangkaraya, Kalimantan Tengah; Banjarmasin, Kalimantan Selatan; Manado, Sulawesi Utara; dan sejumlah kota lainnya,” kata Nazmi dalam video prakiraan cuaca melalui kanal YouTube BMKG, Ahad (25/10/2026) pagi.

Selain Jambi dan Palembang, hujan disertai petir juga berpotensi terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, dan Tanjung Pinang. Kondisi serupa diprakirakan terjadi di Tanjung Selor, Mamuju, Jayawijaya, dan Merauke.

Sementara itu, Pontianak, Kalimantan Barat, yang juga berada di salah satu provinsi prioritas penanganan karhutla, diprakirakan mengalami kondisi asap atau kabut. Potensi serupa terdapat di Bandar Lampung, Denpasar, Samarinda, Palu, Gorontalo, Kendari, dan Manokwari.

Prakiraan hujan di sejumlah kota tersebut belum dapat diartikan sebagai berakhirnya ancaman karhutla. BMKG mengingatkan bahwa meskipun cuaca kering masih mendominasi, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi secara lokal.

BMKG juga meminta masyarakat tetap mewaspadai risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan. Perubahan kondisi cuaca perlu terus dipantau melalui informasi resmi agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dan mengantisipasi potensi dampaknya.

Untuk wilayah Indonesia timur, hujan ringan diprakirakan terjadi di Ambon, Sorong, Nabire, dan Jayapura. Adapun Ternate diperkirakan mengalami cuaca berawan tebal, sedangkan Manokwari berpotensi mengalami kondisi asap atau kabut.

Cuaca berawan tebal juga berpotensi terjadi di Bengkulu, Surabaya, dan Kupang. Sementara itu, kondisi udara kabur diprakirakan terjadi di Serang, Jakarta, dan Mataram.

Selain prakiraan cuaca di daratan, BMKG mengingatkan nelayan dan pengguna transportasi laut untuk mewaspadai gelombang tinggi. Gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia sebelah barat Aceh hingga Lampung serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur.

BMKG juga memperingatkan potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah akibat kondisi pasang air laut. Wilayah yang perlu mewaspadai potensi tersebut meliputi pesisir Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Masyarakat pesisir diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut, sedangkan nelayan diminta mencermati prakiraan gelombang sebelum melaut. BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal informasi resminya.

sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait