Nasional

BNPB: Titik Panas dan Titik Api Terus Bertambah dan Kepung 6 Provinsi, Lahan Terbakar 74 Ribu Ha

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat titik panas (hotspot) dan titik api (firespot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus bertambah hingga Rabu (26/8/2026). Berdasarkan catatan pada...

26 Agustus 2026, pukul 12:06 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat titik panas (hotspot) dan titik api (firespot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus bertambah hingga Rabu (26/8/2026). Berdasarkan catatan pada periode Rabu (25/8/2026) pukul 00.00-23.59 WIB, terdapat 7.334 hotspot dan 2.160 firespot yang tersebar enam provinsi prioritas, dengan luas lahan terbakar diindikasikan mencapai 74.868 hektare. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, enam provinsi prioritas dalam penanganan karhutla adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi. Di Kalimantan Barat, dilaporkan ada 2.610 hotspot dan 64 firespot, dengan indikasi lahan terbakar seluas 38.310 hektare. Sementara itu, jarak pandang di wilayah itu di bawah 1 kilometer. 

Baca Juga

"Perlu kami sampaikan dari kemarin di beberapa kabupaten di Kalimantan Barat sudah ada hujan. Ini karena kerja dari operasi modifikasi cuaca," kata dia saat konferensi pers secara daring, Rabu sore.

Sementara itu, di Kalimantan Tengah terdapat 2.110 hotspot dan 55 firespot. Adapun indikasi lahan yang terbakar mencapai 7.634 hektare dengan jarak pandang normal di atas 10 kilometer.

Di Kalimantan Selatan, dilaporkan terdapat 817 hotspot. Namun, firespot di provinsi itu dilaporkan mencapai 1.995 firespot. Adapun indikasi lahan terbakar seluas 9.605 hektare dengan jarak pandang di atas 9 kilometer.

Berton menambahkan, di Sumatra Selatan, jumlah hotspot yang ditemukan mencapai 1.438 titik, dengan firespot sebanyak 25 titik. Sementara itu, indikasi lahan yang terbakar sebesar 1.926 hektare dan jarak pandang sekitar 3 kilometer.

Sedangkan di Riau terdapat hotspot sebanyak 225 titik dan 10 firespot. Adapun indikasi lahan terbakar 16.439 hektare dengan jarak pandang di atas 1 kilometer. 

"Kami juga perlu sampaikan bahwa di Riau juga sejak pagi tadi sudah terjadi hujan di beberapa kabupaten. Ini juga karena memang kami sudah melakukan OMC atau operasi modifikasi cuaca," kata Berton. 

Terakhir, di Jambi ditemukan 134 hotspot dan 11 firespot, dengan luas indikasi terbakar sebesar 954 hektare. Di provinsi itu, jarak pandang dilaporkan hanya sekitar 1 kilometer.

Menurut Berton, pihaknya terus berupaya melakukan penanganan melalui operasi darat untuk mendeteksi lokasi terbakar. Setelah itu, petugas di lapangan melakukan pemadaman hingga pendinginan. 

Selain itu, pihaknya juga melakukan operasi udara untuk melakukan patroli, water bombing, dan operasi modifikasi cuaca (OMC). Saat ini, sudah ada 52 unit unsur udara yang diterjunkan untuk menangani karhutla.

"Dari pesawat yang ada armadanya ada 52, 22 ada di Sumatra dan 30 ada di Kalimantan, tapi dua sedang digeser saat ini untuk Lampung dan satu untuk Jawa Timur karena memang ada kebakaran di sana," ujar Berton. 

Ia menyebutkan, total sudah ada sekitar 4,6 juta liter air yang digunakan untuk melakukan pemadaman melalui operasi udara. "4,6 juta liter ini dilakukan dengan beberapa sorti di 6 provinsi prioritas, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Jambi, maupun Riau," kata dia.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait