REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam mahakaryanya, Ihya Ulum ad-Din (jilid II, hlm. 381), Hujjatul Islam Imam al-Ghazali berpesan. Menurut dia, "Sesungguhnya, kerusakan rakyat disebabkan oleh kerusakan para penguasanya. Dan kerusakan penguasa disebabkan oleh kerusakan ulama.
Dan, kerusakan ulama disebabkan oleh cinta harta dan kedudukan. Barang siapa dikuasai oleh ambisi duniawi, ia tidak akan mampu mengurus rakyat kecil, apalagi penguasanya. Allah-lah tempat meminta segala persoalan."
Baca Juga- Preview Inggris Vs Ghana: Three Lions Bidik Tiket 32 Besar, Black Stars Siapkan Kejutan
- Kelompok Peternak Akui Serapan Daging Ayam oleh SPPG tak Signifikan
- Dewan Pakar BPIP: Perdamaian Timur Tengah Butuh Komitmen Diplomasi Jangka Panjang
Sebagai seorang ulama besar, Imam Ghazali kerap mengkritisi penguasa yang mulai melenceng dari kaidah Islam. Demikian pula, ketika dia mengingatkan para pemimpin politik mengenai prioritas hukum-hukum Allah SWT.
Karyanya yang berjudul al-Tibr al-Masbuk fi Nasihati al-Muluk menampung banyak pemikiran Imam Ghazali seputar politik. Buku itu juga dimaksudkan sebagai nasihat-nasihat yang ditujukan kepada penguasa politik, utamanya Sultan Muhammad bin Malik Syak dari Dinasti Saljuk.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika