Nasional

Copet Ikut 'Ramaikan' Demo di Gedung DPR

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dugaan aksi pencopetan terjadi dalam aksi unjuk rasa pada Kamis (27/8/2026) petang. Pria yang diduga copet menjadi sasaran kekesalan massa pendemo.  Berdasarkan pantauan, aksi dugaan pencopetan terjadi di...

27 Agustus 2026, pukul 11:10 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dugaan aksi pencopetan terjadi dalam aksi unjuk rasa pada Kamis (27/8/2026) petang. Pria yang diduga copet menjadi sasaran kekesalan massa pendemo. 

Berdasarkan pantauan, aksi dugaan pencopetan terjadi di tengah orasi massa. Pencopet yang aksinya terbongkar langsung diciduk beberapa orang pendemo. Kejadian itu sontak mengagetkan pendemo yang tengah berorasi hingga harus membuka jalan. 

Selama digiring itu, pencopet jadi sasaran pendemo. Tak terhitung berapa pukulan yang mendarat ke tubuh copet tersebut. 

"Copet nih copet woy," teriak massa. 

"Udah udah, jangan dimatiin, koruptor aja dimatiin," teriak massa lainnya. 

Pencopet itu terlihat berambut gondrong dengan tubuh dihiasi tato. Pakaian kemeja yang dikenakannya robek setelah jadi sasaran emosi pendemo. Sebagian massa terlihat melindungi copet dari tinju dan tendangan pendemo.

Massa dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi di depan gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). - (Thoudy Badai/Republika)

Pencopet tersebut akhirnya digiring ke dalam gedung DPR RI guna mencegah amukan massa. Berikutnya massa membubarkan diri dan kembali ke berkerumun untuk menyimak orasi.

Pendemo dari berbagai elemen mulai meramaikan sekitaran Gedung DPR RI, Senayan pada Kamis (27/8/2026) petang. Mereka meneriakkan hukuman mati bagi koruptor. 

Berdasarkan pantauan, sebagian massa berkumpul dan memarkirkan kendaraannya di sekitar GBK. Selanjutnya mereka merapatkan barisan untuk bergerak ke gedung DPR RI dengan berjalan kaki. Massa mengibarkan bendera organisasinya masing-masing seperti GMNI, HMI, Perjuangan Aliansi Warga Kebon Sayur, Universitas BSI Margonda. Sebagian pendemo mengibarkan pula bendera Palestina sebagai bentuk dukungan terhsdap kemanusiaan. 

Massa meneriakkan dukungan hukuman mati koruptor dan keberpihakan pemerintah terhadap rakyat selama berjalan kaki. Di sela orasi, massa menyanyikan lagu Tanah Airku guna menambah semangat perjuangan. 

Barisan polisi nampak mengawal aksi unjuk rasa dengan bantuan dari Satpol PP Jakarta. Mereka bersiaga memantau jalannya demo. 

Lihat di situs asli

Berita terkait