Nasional

Daya Beli Tertekan, Tren Pasar Otomotif 2026 Ikut Bergeser

JAKARTA -- Industri otomotif nasional pada 2026 menghadapi dinamika menarik yang ditandai oleh perubahan perilaku konsumen dan tekanan daya beli. Salah satu fenomena yang mencolok adalah penurunan angka penjualan...

4 November 2026, pukul 12:11 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA -- Industri otomotif nasional pada 2026 menghadapi dinamika menarik yang ditandai oleh perubahan perilaku konsumen dan tekanan daya beli. Salah satu fenomena yang mencolok adalah penurunan angka penjualan di segmen Low Cost Green Car (LCGC) sebesar 7 hingga 11 persen. Meski demikian, para pelaku industri menegaskan fenomena ini bukan dipicu oleh pengetatan kriteria pembiayaan atau lonjakan kredit macet, melainkan akibat pergeseran tren pasar (shifting).

Co-Project Director Astra Auto Fest 2026 sekaligus Chief Marketing & Sales Officer Astra Credit Companies (ACC), Tan Chian Hok, menjelaskan penurunan di segmen LCGC murni terjadi karena dinamika konsumen. Menurut dia, ada kecenderungan sebagian konsumen di segmen ini mulai beralih atau naik kelas ke unit kendaraan yang lebih tinggi. Di sisi lain, lembaga pembiayaan tetap konsisten memberikan dukungan kredit tanpa memperketat aturan.

Baca Juga

"Jika kita melihat penjualan LCGC yang anjlok 7 hingga 11 persen, ini sebenarnya bukan disebabkan oleh faktor pembiayaan, melainkan kemungkinan adanya pergeseran (shifting) dari pasar otomotif. Ada kemungkinan terjadi peralihan konsumen dari unit-unit LCGC naik ke kelas yang lebih tinggi," ujar Tan Chian Hok saat berbicara di acara Media Meet Up Astra Auto Fest 2026, di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Ia menegaskan kriteria penilaian risiko (underwriting) dari pihak pembiayaan seperti ACC maupun Toyota Astra Finance (TAF) tetap konsisten. "Pada prinsipnya, kami tidak mengubah kriteria underwriting untuk LCGC, ketentuannya tetap sama. Baik dari pihak ACC maupun Toyota Astra Finance, kami tetap memberikan dukungan penuh karena kami ingin mewujudkan better living bagi masyarakat yang membeli kendaraan. Jika ditanya apakah ketentuan kami menjadi lebih ketat (strict), jawabannya tidak," tambahnya.

Pandangan senada disampaikan Yagimin selaku Project Director Astra Auto Fest 2026 sekaligus Chief Marketing Auto2000. Ia menilai pasar otomotif secara keseluruhan pada 2026 sebenarnya tetap menunjukkan pertumbuhan positif, terutama memasuki kuartal ketiga dan keempat. Namun, tekanan daya beli membuat konsumen menjadi lebih rasional dalam memilih kendaraan. Faktor total biaya kepemilikan (total ownership cost) menjadi pertimbangan utama.

"Mengenai alasan mengapa penjualan segmen LCGC mengalami penurunan, kita tidak menampik memang ada tekanan terhadap daya beli masyarakat. Namun, jika kita melihat pasar otomotif secara keseluruhan pada 2026 ini, sebenarnya justru mengalami peningkatan. Hanya saja terjadi pergeseran tren (shifting), khususnya terkait nilai transaksi atau ticket size," jelas Yagimin.

Yagimin memaparkan konsumen yang sebelumnya mengincar mobil segmen medium-up kini cenderung menahan diri dan beralih ke opsi yang lebih terjangkau dan efisien. "Konsumen yang sebelumnya cenderung berencana membeli mobil segmen medium-up kini mulai menahan diri dan lebih mempertimbangkan kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau. Jadi, masyarakat sebenarnya tetap membutuhkan kendaraan, namun faktor utama yang kini menjadi pertimbangan mereka adalah total ownership cost (total biaya kepemilikan)," ujarnya.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait