Nasional

Dimensi Strategis dan Keamanan Spiritual Dua Masjid Suci

REPUBLIKA.CO.ID, Makkah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah, merupakan poros utama tempat pertimbangan geopolitik dan militer beririsan dengan signifikansi keagamaan dan doktrinal yang mengakar kuat di dunia Islam. Melindungi Dua Masjid...

14 Oktober 2026, pukul 11:24 WIB · dibaca 2 kali

Oleh: Dr. CA. Jamaluddin. LC, Ms.J, Pemerhati Hubungan Indonesia – Timur Tengah dan Isu-isu Global

REPUBLIKA.CO.ID, Makkah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah, merupakan poros utama tempat pertimbangan geopolitik dan militer beririsan dengan signifikansi keagamaan dan doktrinal yang mengakar kuat di dunia Islam. Melindungi Dua Masjid Suci bukan hanya tugas nasional kedaulatan Kerajaan Arab Saudi, tetapi juga merupakan isu keamanan dan strategis komprehensif yang menyentuh hati dan pikiran lebih dari 1,5 miliar umat Muslim di seluruh dunia. 

Sementara keamanan spiritual merupakan garis pertahanan pertama dan kekuatan pendorong utama yang memberikan Dua Masjid Suci memiliki status luar biasa yang tak tertandingi di tempat lain di dunia. Adapun secara politik, perlindungan Dua Masjid Suci diterjemahkan ke dalam persamaan kekuatan kontemporer yang berupaya membangun keseimbangan strategis yang komprehensif. 

Baca Juga

Lantas apa peran politik dan diplomatik yang dimainkan Arab Saudi dalam melayani kepentingan dunia Islam? Bagaimana upaya-upaya yang dilakukannya dalam memperluas Dua Masjid Suci di masa lalu dan era modern saat ini?

Peran politik dan diplomatik Kerajaan Arab Saudi dalam melayani kepentingan dunia Islam berpusat pada statusnya sebagai penjaga tempat suci (Makkah dan Madinah), kekuatan ekonomi minyak, serta pemimpin solidaritas regional dan global. Dari sisi Politik dan Keagamaan, Gelar Khadim al-Haramain asy-Syarifain (Pelayan Dua Kota Suci) yang disandang oleh Raja memberi legitimasi moral dan politik yang kuat dalam memimpin serta mengayomi umat Islam. Selanjutnya, Penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun menjadi instrumen soft power (kekuatan lunak) untuk menyatukan jutaan jemaah dari seluruh dunia Muslim serta mengelola jaringan diplomatik keagamaan. 

Kerajaan Arab Saudi aktif mempromosikan narasi moderasi Islam (Islam Wasathiyah) melalui kunjungan pejabat dan kerja sama dakwah dengan berbagai negara berpenduduk Muslim terbesar, seperti Indonesia. Di tingkat diplomatik dan geopolitik, Kerajaan Arab Saudi, menjadi salah satu motor utama pendirian dan penggerak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) guna menyatukan suara negara-negara Muslim dalam forum internasional. Selain itu Arab Saudi, merupakan inisiator dan salah satu negara penting dalam mengadvokasi isu Palestina, melalui pemanfaatan inisiatif perdamaian Arab dan berperan serta dalam membangun blok suara Arab-Islam dalam diplomasi internasional untuk mendukung kedaulatan dan kemerdekaan Palestina.

Kerajaan Arab Saudi, juga terlibat langsung dalam dialog strategis dan penengahan konflik regional di Timur Tengah—termasuk pemulihan hubungan diplomatik dengan Iran melalui mediasi pihak ketiga serta negosiasi stabilitas energi dan maritim. Selain itu, dalam dalam diplomasi bantuan kemanusiaan, Arab Saudi aktif menyalurkan bantuan pembangunan dan dana filantropi skala besar ke berbagai negara anggota OKI dan wilayah komunitas Muslim yang terdampak konflik atau bencana.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait