REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir berharap kontingen Indonesia mampu memenuhi target tujuh medali emas pada Asian Para Games 2026 di Nagoya. Ia menilai, target tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan daya saing olahraga disabilitas Indonesia di tingkat Asia.
Erick mengatakan, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia telah memetakan potensi medali dari 12 cabang olahraga yang diikuti kontingen Merah Putih. Ia berharap hasil yang diraih para atlet nantinya dapat melampaui target tersebut.
“Dari 12 cabang olahraga tersebut, NPC sudah memetakan potensi tujuh medali emas. Mudah-mudahan hasilnya bisa melampaui target. Saya amini dulu,” kata Erick dalam konferensi pers di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Erick menyampaikan, para atlet yang akan bertanding merupakan sosok luar biasa yang patut mendapatkan dukungan. Menurut dia, persiapan menuju Asian Para Games bukan hanya mengenai pencapaian dalam satu edisi kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya membangun prestasi secara berkelanjutan.
Ia membandingkan capaian Indonesia dengan Thailand dalam sejarah penyelenggaraan Asian Para Games. Indonesia telah mengumpulkan 76 medali emas, sedangkan Thailand telah meraih 91 emas.
“Kalau kita selalu mengatakan Indonesia merupakan bangsa terbesar di Asia Tenggara, prestasi olahraganya juga harus bisa melampaui negara-negara lain,” ujarnya.
Meski demikian, Erick mengingatkan bahwa upaya melampaui Thailand tidak harus diselesaikan dalam satu penyelenggaraan. Pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga disabilitas perlu menyiapkan pembinaan yang konsisten agar prestasi Indonesia meningkat dari waktu ke waktu.
Fokus pada cabang olahraga unggulan
Erick mengapresiasi NPC Indonesia yang dinilainya memiliki organisasi solid dan fokus memetakan peluang prestasi. Ia mendorong pembinaan diarahkan kepada cabang-cabang olahraga yang berpotensi menghasilkan medali, sehingga persiapan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Ia juga menyoroti tidak dipertandingkannya catur dalam Asian Para Games kali ini. Menurut dia, Indonesia berpotensi memperoleh tambahan medali apabila cabang tersebut masuk dalam daftar pertandingan.
Selain mengejar prestasi di Asian Para Games, Erick menekankan pentingnya kesinambungan kompetisi bagi atlet disabilitas di kawasan Asia Tenggara maupun Asia.
Ia mengapresiasi terpilihnya Ketua NPC Indonesia, Senny Marbun, sebagai Ketua NPC Asia Tenggara. Erick berharap posisi tersebut dapat membantu mendorong penyelenggaraan kompetisi olahraga disabilitas secara rutin di berbagai negara.
“Kompetisi di tingkat Asia Tenggara harus terus berlangsung. Begitu pula dengan Asian Games dan kompetisi lainnya,” katanya.
Erick mengingatkan, penyelenggaraan SEA Games seharusnya diikuti komitmen untuk menggelar ASEAN Para Games. Ia tidak ingin kompetisi bagi atlet disabilitas justru terabaikan ketika sebuah negara menjadi tuan rumah ajang olahraga kawasan.
Kemenpora benahi regulasi olahraga disabilitas
Di luar persiapan pertandingan, Erick juga menyoroti persoalan kelembagaan organisasi olahraga disabilitas. Ia mengaku telah berdiskusi dengan NPC mengenai perlunya pembenahan organisasi dan kejelasan payung hukum.
Menurut dia, persoalan dualisme organisasi harus diselesaikan agar tidak terjadi klaim kepengurusan atau perwakilan yang berbeda untuk cabang olahraga yang sama.
Erick juga menilai perlu ada kejelasan mengenai kewenangan lembaga pemerintah dalam proses pengesahan organisasi olahraga. Pembagian kewenangan yang tidak jelas berpotensi menghambat tata kelola dan pembinaan atlet.
Karena itu, Kemenpora mendorong pembaruan Undang-Undang Olahraga pada 2027. Pembenahan tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola olahraga nasional, termasuk olahraga disabilitas.
Ia menegaskan, pembenahan organisasi harus berjalan beriringan dengan pengembangan prestasi. Atlet membutuhkan kompetisi yang berkesinambungan, sistem pembinaan yang terarah, serta organisasi yang mampu memberikan dukungan secara konsisten.
Dengan pemetaan potensi medali, penguatan organisasi, dan kesinambungan kompetisi, Erick berharap Indonesia tidak hanya memenuhi target tujuh emas di Asian Para Games, tetapi juga mampu meningkatkan prestasi dalam persaingan olahraga disabilitas di Asia pada masa mendatang.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika