REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kadipaten Pakualaman menyoroti gamelan kini semakin dikenal dan digandrungi di luar negeri, termasuk Amerika Serikat. Kondisi tersebut justru menjadi pengingat bagi masyarakat Indonesia untuk semakin serius merawat dan mengembangkan warisan budaya leluhur agar tidak kehilangan pengetahuan di baliknya.
Pelindung Acara Hadeging Kadipaten Pakualaman, Gusti Pangeran Haryo Indrokusumo, mengatakan generasi muda memiliki kewajiban untuk tidak hanya menerima peninggalan budaya dari generasi sebelumnya, tetapi juga memelihara dan mengembangkannya. Hal itu menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam rangkaian Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-221 Tahun Jawa di Yogyakarta.
Baca Juga- Hibah Gamelan Kemendiktisaintek 2026, UWG Perkuat Pelestarian Seni dan Budaya di Desa Tumpang
- Angkat Tema 'Laku', Festival Sastra Yogyakarta 2026 Tegaskan Sastra Bagian dari Kebudayaan Kota
- Warga Kota Yogyakarta Diminta tak Bakar Sampah, Cegah Kebakaran Lahan Saat Kemarau
"Kita itu punya kewajiban memelihara dan mengembangkan. Memelihara yang ditinggalkan oleh pendahulu-pendahulu kita dan mengembangkan untuk supaya tidak diambil orang, kasarnya begitu. Sebagai contoh misalnya gamelan," katanya, Jumat (21/8/2026).
Haryo menyampaikan gamelan saat ini telah mendunia. Dia bahkan menyebut di Amerika Serikat terdapat sekitar 700 set gamelan yang tersebar di 52 negara bagian. Menurutnya, tingginya minat terhadap gamelan di luar negeri perlu menjadi perhatian agar pengetahuan mengenai alat musik tradisional tersebut tidak justru lebih intensif dipelajari di negara lain dibandingkan di Indonesia.
Dia menjelaskan gamelan bukan sekadar perangkat seni pertunjukan. Di dalamnya terdapat pengetahuan dan teknologi tradisional, termasuk kemampuan metalurgi masyarakat Jawa pada masa lalu. Karena itu, ia mengingatkan agar teknik, bahan, hingga pengetahuan mengenai gamelan tetap dijaga.
"Seperti adanya gamelan di luar negeri, siapa tahu nanti kalau kita mau belajar gamelan justru harus ke sana. Karena mereka intensif mempelajarinya," katanya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika