BANDUNG -- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan respons terkait harga sejumlah tepung yang mengalami kenaikan seperti tepung tapioka. Ia menyebut akan memastikan distribusi tepung tapioka berjalan dengan baik.
"(Tepung tapioka) 100 persen buatan Indonesia. Maka tergantung dari produksi food estate singkong sangat tergantung. Itu mah. Tapi yang pasti kita akan memastikan distribusi tepung tapioka itu berjalan dengan baik," ucap dia saat berada di Ciwalk, Senin (2/11/2026).
Baca Juga- BRIN Kembangkan Campuran Tepung Singkong untuk Pemadaman Api
- 143 Siswa SMA Indramayu Keracunan Usai Makan Ayam Tepung MBG, SPPG Siap Ganti Biaya Berobat Korban
- Tugu Simpang Lima Bandung Rusak Dicoret-coret Demonstran, Farhan: Pemkot akan Bersihkan Vandalisme
Untuk tepung terigu, ia menyebut 100 persen impor sehingga menyerahkannya kepada pemerintah pusat. Ia menuturkan berbagai macam tepung yang dijual di Kota Bandung diproduksi di luar daerah dengan sistem curah.
"Yang penting masuk ke pasar induk kita ya, di berbagai macam outlet seperti Pasar Caringin, Pasar Ciroyom, dan pasar-pasar lain termasuk ritel di Pasar Baru, semuanya tidak boleh ada yang ditimbun," kata dia.
Ia melanjutkan Pemkot Bandung sudah mempunyai data gudang penyimpanan beras dan tepung. Pihaknya akan mengecek bersama satgas pangan dari Polrestabes Bandung agar tidak terjadi penimbunan.
Farhan mengatakan penyebab harga tepung naik karena mekanisme pasar seperti produksi turun tapi permintaan tetap atau kenaikan permintaan melebihi kenaikan produksi.
"Itu mah mekanisme pasar" kata dia. Ia mengimbau pedagang tidak menimbun bahan tepung.
(N-Muhammad Fauzi Ridwan)
========================
Ikuti Whatsapp Channel Republika