REPUBLIKA.CO.ID, KATHAMDU -- Lebih dari 800 orang dilaporkan hilang dan setidaknya 270 orang tewas akibat banjir bandang di Nepal. Upaya penyelamatan terkendala oleh faktor cuaca hujan dan kondisi geografis.
Seperti dilansir BBC, tim penyelamat sedang mencari korban selamat setelah banjir bandang hebat melanda wilayah perbatasan Nepal-Tibet. Bencana ini menghancurkan rumah-rumah, merendam jalanan, serta menghanyutkan jembatan akibat terjangan lumpur dan air bah.
Baca Juga- Horor DetikDetik Banjir Bandang di NepalTibet
- Banjir Bandang Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, 95 Orang Dilaporkan Tewas, Ratusan Hilang
- Ketika Satwa Dunia Terancam Punah, Harimau Nepal Justru Bertambah
David Fisher, kepala delegasi Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di Nepal, menyatakan bahwa situasi di wilayah-wilayah yang terdampak banjir pada Rabu lalu 'masih sangat kritis.
Ia mengatakan kepada program 5 Live Breakfast bahwa beberapa daerah di wilayah utara Nepal hanya dapat diakses menggunakan helikopter karena banjir telah memutus akses jembatan dan jalan raya.
"Tim kami telah berada di lokasi yang letaknya agak ke selatan dari sana dan mereka berhasil menjangkau serta menjalin kontak dengan para sukarelawan setempat," ujarnya.
Fisher menyebutkan ada kebutuhan mendesak dan banyak warga terpaksa tidur di tempat terbuka tanpa perlindungan. "Masih banyak lagi bantuan yang juga diperlukan," katanya.
Ia menambahkan bahwa seluruh desa dan kawasan pasar telah 'tersapu bersih' oleh banjir, seraya mengungkapkan kekhawatiran bahwa jumlah korban tewas "bisa terus bertambah".
Lihat postingan ini di Instagram
100 warga China Hilang
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika