REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Doa bukan sekadar permohonan seorang hamba kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi ikhtiar dalam menghadapi takdir dan musibah. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Ad-Da' wa ad-Dawa menjelaskan bahwa doa dapat menolak, meringankan, bahkan menjadi sebab tersingkirnya musibah yang menimpa seorang Muslim.
Doa adalah obat yang paling banyak manfaatnya. Doa juga menangkal bala dan cobaan, mencegah dan menghilangkan musibah. Doa dapat juga meringankan musibah yang datang. Doa merupakan senjata orang mukmin.
Baca Juga- Hana Shopie Lolos Magang Bareng MAS TRI, Mahasiswa UBSI Siap Berkontribusi untuk Kota Bekasi
- Menganyam Takdir Al-Aqsa dan Istiqlal dalam Arsitektur Diplomasi Indonesia
- Polres Indramayu Bongkar Sindikat Spesialis Pembobol Rumah Kosong Lintas Kabupaten
Seperti diriwayatkan oleh Hakim dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya doa itu adalah senjata bagi orang yang beriman, tiang agama, dan sinar langit dan bumi."
Terdapat tiga kategori keterkaitan doa dengan musibah yang menimpa. Pertama, jika doa lebih kuat, musibah dapat ditolak. Kedua, jika doa lebih lemah daripada musibah, seseorang akan terus dirundung musibah. Meskipun demikian, walaupun lemah, doa masih bisa sedikit meringankan. Ketiga, jika sama-sama kuat, musibah dan doa akan saling menolak.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika