REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Pemadaman listrik bergilir yang terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir telah menimbulkan dampak yang sangat mengganggu aktivitas warga. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah usaha kerajinan ornamen kayu dan furnitur.
Hal itu seperti yang terlihat di Kota Cirebon. Pelaku usaha kerajinan tersebut kini didera kebingungan sekaligus kekesalan karena terkendala dalam mengerjakan pesanan supaya rampung tepat waktu.
Baca Juga- Berkas Perkara Polemik Ijazah Jokowi Lengkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Diserahkan ke Kejari
- Kecam Penganiayaan Perempuan hingga Buta dan Wajah Hancur, Atalia: Fungsi Sosial Telah Mati?
- Rivalitas AS-China Makin Tegang, 46 Perusahaan Termasuk Lockheed Martin Diblokir
“Kami sangat terkendala, terutama saat sedang dikejar deadline untuk menyelesaikan pesanan konsumen,” ujar seorang pengrajin ornamen kayu, Nico Sparta, Senin (22/6/2026)
Nico menyebutkan, pemadaman listrik itu mulai terjadi sejak pekan lalu. Selanjutnya, pemadaman terjadi lagi sekitar tiga hari lalu dan sehari yang lalu.
Menurutnya, pemadaman listrik itu berlangsung kurang lebih selama empat jam. Ia mencontohkan, pemadaman listrik tiga hari yang lalu berlangsung saat waktu Ashar hingga bada Magrib.
Usaha pembuatan ornamen kayu dan furniture sangat bergantung pada pasokan daya listrik. Mulai dari tahap desain di komputer, pemotongan bahan, hingga proses penyemprotan akhir (finishing), semuanya membutuhkan energi listrik.
Ketika sakelar padam, otomatis seluruh mesin produksi ikut lumpuh. Ironisnya, situasi itu terjadi justru di saat mereka sedang kejar tayang menyelesaikan pesanan yang tenggat waktunya sudah mepet.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika