REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran dilaporkan menyiapkan serangan darat terhadap negara-negara tetangga sekutu Amerika Serikat (AS) jika Donald Trump memutuskan kembali melanjutkan perang menurut laporan Wall Street Journal (WSJ) dilansir Iran International, Selasa (13/10/2026). Laporan WSJ mengutip beberapa sumber anonim meski tidak menyebut negara spesifik yang akan diserang Iran.
Dalam laporan itu, Iran telah memberikan peringatan kepada negara tetangga baik secara terbuka dan privat, bahwa Teheran akan memperluas respons mereka di Timur Tengah jika AS melanjutkan serangan. Secara terpisah, Iran juga telah mengingatkan pejabat Arab bahwa fasilitas kilang minyak Arab Saudi bisa menjadi target serangan jika perang kembali pecah.
Baca Juga- Mengenal Houthi: Latar Belakang, Hubungan dengan Iran, dan Kekuatan Militer
- Iran Kaji Proposal AS, Selat Hormuz Jadi Syarat Perundingan
- Bagaimana China Manfaatkan Perang Iran dan Terkurasnya Kekuatan Militer Amerika Serikat?
Pada Ahad (11/10/2026), petinggi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC), Mohsen Rezaei, mengatakan bahwa, Teheran juga bisa menargetkan Uni Emirat Arab (UEA) dan juga data center dan kabel internet yang ada di kawasan.
Kepada mediator, pemerintah Iran juga telah menginformasikan kepada mediator bahwa mereka bisa menargetkan prajurit AS secara agresif, termasuk mencoba menenggelamkan kapal-kapal perang AS di Timur Tengah dan membunuh krunya, demikian laporan WSJ mengutip sejumlah sumber. Pada September lalu, rudal-rudal Iran berhasil menyasar kapal-kapal perang AS.
WSJ juga melarpokan bahwa Washington juga menyiapkan kemungkinan dilanjutkannya perang, dengan mengirim kapal induk ketiga dan prajurit Marinir menuju Timur Tengah. Pentagon juga menimbang perlengkapan sistem pertahanan udara tambahan dan munisi ke pangkalan-pangkalan udara AS.
Pekan lalu, Donald Trump mengatakan bahwa dia tidak akan menginstruksikan serangan ke Iran sebelum pemilu sela pada 3 November 2026, meski sejumlah pejabat AS mengatakan bahwa pihak militer sedang menyiapkan opsi serangan terbaru.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika