REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG, – Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah Australia resmi berkolaborasi dalam memperkuat sistem kesehatan daerah melalui program Kemitraan Indonesia-Australia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT). Kolaborasi strategis ini diumumkan di Bandung pada Rabu, sebagai langkah konkret meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di tanah Pasundan.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan bahwa program ini diharapkan tidak sekadar menambah kegiatan, melainkan mampu memberikan nilai tambah nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan kesehatan masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah Australia, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), kementerian terkait, Tim KITA SEHAT, serta para mitra pembangunan yang telah berkomitmen mendukung transformasi kesehatan di Jawa Barat.
Menurut Erwan, KITA SEHAT merupakan peluang strategis untuk memperkuat sistem kesehatan daerah melalui kolaborasi terarah, peningkatan kapasitas pemerintah, serta pengembangan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. "Mengingat kompleksitas wilayah dan jumlah penduduk yang besar, pendekatan pembangunan kesehatan di Jabar harus berjalan secara terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan," katanya.
Tantangan Kompleks Butuh Keterpaduan Kebijakan
Erwan menilai tantangan kesehatan yang kompleks tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja. Karenanya, penguatan pelayanan kesehatan primer, peningkatan kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi, hingga pengendalian risiko penyakit sangat membutuhkan keterpaduan kebijakan dan kerja sama yang erat dari berbagai pihak.
Lebih lanjut, Wagub Jabar itu menyambut baik penerapan pendekatan "One Health" dalam program KITA SEHAT. Pendekatan ini dinilai sangat krusial karena mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan sebagai satu kesatuan dalam memperkuat ketahanan kesehatan daerah.
Melalui sinergi tersebut, Erwan berharap koordinasi antarsektor semakin kuat, kesiapsiagaan menghadapi ancaman kesehatan meningkat, serta akses layanan kesehatan menjadi lebih mudah dijangkau oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Ia juga menekankan agar pelaksanaan program ini selaras dengan prioritas pembangunan daerah. "Kemitraan harus memberikan nilai tambah yang nyata, bukan sekadar menambah kegiatan, tetapi memperkuat sistem dan meningkatkan kualitas hasil pembangunan," ucap Erwan menegaskan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara