JAKARTA -- Keluhan masyarakat mengenai kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kota Bambu, Jakarta Barat, yang dinilai tidak ramah bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia), mendapat respons Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia langsung memerintahkan Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk memperbaiki fasilitas penyeberangan tersebut, terutama karena lokasinya menjadi akses menuju sejumlah rumah sakit besar.
Sorotan terhadap JPO Kota Bambu mencuat setelah sebuah video di media sosial memperlihatkan kondisi jembatan yang belum dilengkapi fasilitas lift. Ketiadaan sarana tersebut dinilai menyulitkan pengguna kursi roda, lansia, hingga pasien rumah sakit yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Baca Juga- Drone Ukraina Tembus 2.500 Km, Pabrik Rusia Dilaporkan Terbakar
- Iran Siapkan Rencana Pemotongan Kabel Internet Bawah Laut, Investasi Raksasa AS di Teluk Terancam
- Dino Patti Djalal Bantah Isu Dirinya Temui Dubes Singapura, Buktikan dengan Alibi
Persoalan ini menjadi perhatian karena JPO Kota Bambu berada di kawasan yang berdekatan dengan sejumlah fasilitas kesehatan rujukan nasional, termasuk Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita serta Rumah Sakit Kanker Dharmais.
"Ya, kemarin kami sudah meminta kepada Dinas Bina Marga karena di sana itu kan ada beberapa rumah sakit, sehingga seringkali ada keluhan terutama para disabilitas, segera akan kita perbaiki," kata Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, Ahad (25/10/2026).
Pramono menegaskan bahwa instruksi perbaikan telah disampaikan kepada Dinas Bina Marga. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menurut dia, memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan menggunakan fasilitas penyeberangan tersebut.
Akses Rumah Sakit Jadi Sorotan
Keberadaan JPO di kawasan rumah sakit memiliki fungsi yang berbeda dibandingkan fasilitas penyeberangan di kawasan perkantoran atau pusat perbelanjaan. Penggunanya tidak hanya pejalan kaki dengan kondisi fisik yang prima, tetapi juga pasien, pendamping pasien, penyandang disabilitas, serta lansia.
Bagi pengguna kursi roda atau seseorang yang sedang menjalani pemulihan kesehatan, tangga yang panjang dan curam dapat menjadi hambatan serius. Kondisi serupa juga dapat dialami pasien dengan keterbatasan pernapasan, gangguan keseimbangan, atau kemampuan berjalan yang menurun.
Karena itu, persoalan aksesibilitas JPO Kota Bambu tidak semata-mata menyangkut kenyamanan pejalan kaki. Fasilitas tersebut juga berkaitan dengan kemudahan masyarakat menjangkau pelayanan kesehatan, terutama bagi kelompok yang membutuhkan dukungan mobilitas.
Ketiadaan lift yang disorot pengguna media sosial menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam rencana perbaikan. Meski demikian, Pemprov DKI belum merinci apakah penanganan JPO Kota Bambu akan mencakup pembangunan lift baru, pemasangan ramp, atau penataan ulang akses penyeberangan.
Keputusan mengenai bentuk perbaikan menjadi penting karena kebutuhan pengguna JPO tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan memperbaiki kondisi fisik tangga dan jembatan. Akses menuju fasilitas kesehatan juga perlu mempertimbangkan kemudahan penggunaan dari kedua sisi jalan.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara