PONTIANAK - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Barat mengingatkan masyarakat mewaspadai penipuan perjalanan umrah bermodus skema ponzi yang menawarkan paket murah dengan janji pelayanan menarik.
"Travel ini kebanyakan juga pakai sistem Ponzi, menerima sebanyak-banyaknya dari calon jemaah untuk memberangkatkan yang pertama dengan servis yang bagus. Kemudian untuk yang seterusnya itu gagal," kata Kepala Kanwil Kemenhaj Kalbar Kamaludin di Pontianak, Senin(26/10/2026).
Baca Juga- Kalah dalam Pilpres Brasil, Flavio Bolsonaro Kabur ke Amerika
- Asap Karhutla Tingkatkan Risiko Bayi Lahir Prematur
- Usia 68 Tahun, Baitul Arqom Jaga Kemandirian Pesantren
Dia mengatakan, praktik tersebut dapat membuat calon jamaah gagal berangkat karena dana yang dibayarkan pendaftar baru digunakan untuk membiayai keberangkatan jamaah sebelumnya.
Kamaludin menjelaskan, pada tahap awal, keberangkatan jamaah dapat berjalan lancar sehingga menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Pengalaman positif jamaah yang telah berangkat kemudian menarik calon jamaah lain untuk mendaftar.
Namun, masalah muncul ketika jumlah pendaftar terus bertambah, sementara dana yang terkumpul tidak lagi mencukupi untuk membiayai seluruh keberangkatan.
Menurut Kamaludin, praktik bermasalah tersebut juga dapat melibatkan penyelenggara perjalanan yang telah memiliki izin. Di Kalbar, kasus gagal berangkat yang menjadi perhatian pihaknya kerap berkaitan dengan kantor cabang perusahaan yang berkedudukan di luar daerah.
Nasabah tabungan haji Bank Syariah Indonesia mengikuti kegiatan manasik saat pelepasan keberangkatan jamaah umrah di Jakarta, Rabu (15/7/2026). PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) memberangkatkan 50 nasabah pemenang Program Nabung Haji Berhadiah Umrah sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas nasabah. Program ini guna memperkuat ekosistem haji dan umrah secara menyeluruh dan pendorong pertumbuhan dana murah. - (Edwin Putranto/Republika)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara