Nasional

Kabinet Merah Putih Dituding Gemuk? Begini Jawaban Presiden RI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI menjawab tudingan sejumlah pihak terkait Kabinet Merah Putih gemuk dan tidak efisien. Menurut dia, pembentukan satu kabinet untuk negara berpenduduk hampir 300 juta jiwa dan seluas...

21 Oktober 2026, pukul 23:47 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI menjawab tudingan sejumlah pihak terkait Kabinet Merah Putih gemuk dan tidak efisien. Menurut dia, pembentukan satu kabinet untuk negara berpenduduk hampir 300 juta jiwa dan seluas Eropa, justru lebih efisien dibanding 30 kabinet yang ada di benua itu.

"Kita dituduh kabinet gemuk. Tidak efisien. Tapi saudara-saudara, saya ingatkan, negara kita hampir 300 juta. Negara kita fisiknya sebesar Eropa," kata RI 1 saat membuka Sidang Kabinet Paripurna Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026) sore WIB.

Baca Juga

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, Benua Eropa terdiri atas sekitar 30 negara, sehingga di wilayah tersebut terdapat 30 kabinet. Sehingga terdapat 30 menteri keuangan, 30 panglima angkatan bersenjata, 30 jaksa agung, dan 30 kepala kepolisian.

Di sisi lain, kata dia, Indonesia dengan wilayah yang setara hanya dijalankan oleh satu kabinet. "Mana yang tidak efisien? Dan kita mampu mengendalikan," ujar Prabowo.

Dia mengakui, koalisi pemerintahannya berukuran besar karena ingin sebanyak mungkin kekuatan politik bersatu dalam pemerintahan untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Prabowo juga berkelakar, persaingan politik di negara sebesar Indonesia pasti keras karena kursi terbatas dan presidennya hanya satu.

Sebagai bukti kemampuan kabinet mengendalikan keadaan, Prabowo menyebut, penanganan bencana di Sumatera bagian utara, gempa bumi, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dihadapi pemerintah secara kompak. Pun bencana lainnya pemerintah bergerak cepat menanganinya.

Prabowo mengibaratkan perjalanan pemerintahan seperti pertandingan sepak bola, dengan dua tahun pertama belum mencapai turun minum dari masa jabatan lima tahun. Sehingga, para "pemain cadangan" diminta tidak frustrasi karena pada saatnya akan dimainkan.

Sidang Kabinet Paripurna tersebut digelar untuk memaknai dua tahun pemerintahan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri koordinator, menteri, kepala badan, Panglima TNI, Kapolri, tiga Kepala Staf, Jaksa Agung, Gubernur Bank Indonesia, serta Ketua OJK. Hadir pula Wantimpres dan sejumlah kepala badan.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait