REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Irjen Pol Hengki resmi memimpin Polda Jawa Barat menggantikan Kapolda Jabar sebelumnya Irjen Pol Pipit Rismanto. Ia mengintruksikan agar seluruh jajarannya menjadi pendengar yang baik bagi masyarakat serta mendengar keluhan mereka.
Ia menuturkan semangat polisi bersama masyarakat harus hidup dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Kedekatan dengan masyarakat dibangun melalui kesediaan untuk hadir dan memahami keadaan mereka serta bekerja sama menjaga lingkungan.
Baca Juga- Mobile Batching Plant, Solusi Pemprov Jabar untuk Pembangunan Jalan Desa di Wilayah Terpencil
- Musim Hujan di Jabar Diperkirakan Dimulai November, Kuningan Bersiap Hadapi Bencana Hidrometeorologi
- Komisi V DPRD Jabar Dorong Optimalisasi Kerja Sama Layanan Kesehatan
"Itu dimulai dari kemauan menjadi pendengar yang baik. Dengarkan keluhan dengan sabar, terima kritik dengan lapang dada, dan pahami persoalan sebelum mengambil tindakan," ucap dia saat memberikan sambutan di acara serah terima jabatan di Mapolda Jabar, Selasa (13/10/2026).
Ia menuturkan setiap warga negara yang datang harus merasa dihargai, didengarkan dan memperoleh kejelasan atas penanganan laporan yang diadukan. Dengan mendengar, maka polisi dapat mengetahui apa yang harus dibenahi.
Di samping itu, Hengki mengatakan transformasi Polri harus menyentuh cara berpikir, perilaku, dan mutu pelaksanaan tugas. Pembenahan kelembagaan, sumber daya manusia, pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, anggaran, dan teknologi harus bermuara pada manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.
"Wujudnya adalah pelayanan yang cepat dan mudah, penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, serta pelaksanaan kewenangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan," kata dia.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika