Nasional

Kebakaran Lahan 7 Hektare di Palembang, Nyaris Sambar Rumah Warga

Kebakaran terjadi di sekitar tujuh hektare lahan kosong Plaju Darat, Palembang pada Jumat (23/10) hingga nyaris samber rumah warga.

24 Oktober 2026, pukul 03:30 WIB · dibaca 1 kali

Nasional Peristiwa Kebakaran Lahan 7 Hektare di Palembang, Nyaris Sambar Rumah Warga CNN Indonesia Sabtu, 24 Okt 2026 10:30 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Ilustrasi. Kebakaran terjadi di sekitar tujuh hektare lahan kosong Plaju Darat, Palembang pada Jumat (23/10) hingga nyaris samber rumah warga. (iStockphoto/sankai) Daftar Isi
Palembang, CNN Indonesia --

Kebakaran terjadi di lahan kosong sekitar tujuh hektare kawasan Plaju Darat, Palembang pada Jumat (23/10). Kebakaran terjadi sejak 19.00 WIB dan terus membesar dengan cepat hingga nyaris merembet ke permukiman warga.

Situasi darurat tersebut langsung memicu pengerahan tim terpadu yang terdiri dari Direktorat Samapta Polda Sumsel, TNI, BPBD, hingga petugas Damkar Kota Palembang ke lokasi kejadian.

Lihat Juga :BMKG: Hujan Guyur Sumatra-Kalimantan Usai Sebar Dry Ice dan Garam

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehingga, kebakaran lahan itu baru berhasil dikendalikan jelang Sabtu (24/10) dini hari.

Demi mencegah api makin liar merangkul perumahan penduduk, lima unit armada pemadam kebakaran beserta kendaraan taktis (rantis) milik Dit Samapta Polda Sumsel diturunkan memblokir jalur api.

Direktur Samapta Polda Sumsel Kombes Pol Ridwan Raja Dewa turun langsung memimpin operasi pemadaman di garis depan.

"Informasi awal kami mendapat kabar api bahwa awal mula api itu jam 7 malam berada di pinggir jalan, tim terpadu Polri, BPBD dan Damkar," kata Ridwan Raja Dewa.

"Perkiraan lahan yang terbakar kurang lebih 7 hektare, informasi dari warga ada yang sengaja namun masih kami dalami, Damkar yang diturunkan ada lima," ia menguraikan.

[Gambas:Video CNN]

Kondisi api yang sempat tak terkendali jelas memantik kepanikan warga setempat. Nauval Saputra, salah satu penduduk yang rumahnya tak jauh dari titik api, mengaku sangat waswas dan mendesak tindakan tegas bagi para pemilik lahan nganggur.

Pilihan Redaksi

"Kami dari warga ini merasa takut, apalagi di tempat kita banyak sekali hutan yang masih lebat tapi dengan kondisi cuaca ini sedikit kering berpotensi menyebabkan kebakaran hutan, untuk yang mempunyai lahan untuk menjaga masing-masing lahannya," keluh Nauval.

"Kepada pemerintah tolong ditertibkan dan diolah sebaik-baiknya," Nauval menegaskan.

Merespons rentetan ancaman kebakaran hutan dan lahan yang terus mengintai area perumahan, Pemerintah Kota Palembang saat ini tengah menggodok Peraturan Daerah (Perda) khusus.

Aturan tersebut disiapkan untuk menertibkan urusan pengelolaan lahan tidur atau tanah kosong terbengkalai, agar tak lagi menjadi biang kerok bencana lingkungan di masa depan.

(hnf/chri) LIHAT SEMUA Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait