Nasional

Kemenag Siapkan Masjid Ramah Pemudik Selama Libur Nataru 2027

JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan program Masjid Ramah Pemudik di berbagai daerah untuk memberikan tempat beristirahat yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama libur Natal 2026 dan Tahun...

26 Oktober 2026, pukul 22:04 WIB · dibaca 1 kali

JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan program Masjid Ramah Pemudik di berbagai daerah untuk memberikan tempat beristirahat yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Program tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan "The Wonder of Harmony: Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri" yang digelar untuk memperingati Hari Toleransi Internasional pada 16 November 2026 sekaligus menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan, rangkaian kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat. Persiapan yang dilakukan sejak awal November diharapkan turut mendorong dialog yang produktif menjelang peringatan Hari Toleransi Internasional dan perayaan Nataru.

"Saya kira ini momentum yang tepat di awal bulan November sehingga barangkali diskusi dan dialog yang nanti akan diadakan juga lebih produktif untuk berbagai macam persiapan menjelang pelaksanaan Hari Toleransi Internasional maupun juga untuk menyambut Natal dan Tahun Baru," ujar Abu dalam konferensi pers di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, melaporkan, hingga 2024, Kemenag telah menyalurkan Bantuan Kinerja dan Bantuan Afirmasi (BKBA) Madrasah kepada 8.092 madrasah. - (Dok. Kemenag)

Melalui program Masjid Ramah Pemudik, Kemenag ingin menghadirkan masjid sebagai ruang pelayanan publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama perjalanan. Penyediaan tempat istirahat ini juga diharapkan membantu mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan pengendara.

Program tersebut akan dijalankan melalui Subdirektorat Kemasjidan di berbagai wilayah Indonesia selama periode libur Nataru. Abu menegaskan, toleransi, kerukunan, dan perdamaian merupakan modal penting untuk mendukung pembangunan nasional.

"Toleransi, kerukunan, perdamaian itu merupakan modal yang sangat penting dalam upaya kita untuk terus melakukan pembangunan nasional,”kata dia.

Penumpang berjalan keluar saat tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Ahad (4/1/2026). Suasana Stasiun Pasar Senen terpantau padat dan diperkirakan menjadi puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) hari ini. Berdasarkan data hingga pukul 08.00 WIB, KAI Daop 1 Jakarta mencatat jumlah penumpang kereta api jarak jauh yang naik sebanyak 36.524 orang dan turun 47.259 orang. Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir masih menjadi titik utama mobilitas penumpang selama periode arus balik Nataru. Tingginya arus balik pada akhir pekan ini didorong oleh aktivitas perkantoran dan sekolah yang kembali normal pada Senin (5/1/2026). - (Republika/Prayogi)

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait