Nasional

Kemenhub: Perpanjangan LRT Jabodebek ke Bogor Masih Tahap Kajian

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi bahwa rencana perpanjangan layanan LRT Jabodebek hingga ke Bogor saat ini masih berada dalam tahap pengkajian. Proses kajian tersebut tengah dilakukan oleh...

28 Juni 2026, pukul 19:00 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi bahwa rencana perpanjangan layanan LRT Jabodebek hingga ke Bogor saat ini masih berada dalam tahap pengkajian. Proses kajian tersebut tengah dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero).

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menyampaikan hal tersebut saat dikonfirmasi di Jakarta pada Minggu. Ia menegaskan bahwa kedua perusahaan pelat merah itu sedang menjalankan studi kelayakan untuk proyek strategis ini.

Menurut Allan, rencana pengembangan rute ini sebenarnya telah memiliki dasar hukum yang kuat. "Terkait perpanjangan ini sudah ada Perpres-nya di tahun 2015," ujar Allan, merujuk pada Peraturan Presiden yang menjadi landasan proyek tersebut.

Menunggu Skema Pendanaan

Kendati memiliki payung hukum, realisasi perpanjangan rute ini belum dapat dipastikan waktunya. Kemenhub saat ini masih menunggu rencana aksi lanjutan dari PT KAI dan PT Adhi Karya, terutama mengenai kejelasan skema pendanaan yang akan digunakan.

"Dan kita menunggu rencana dari PT KAI maupun PT Adhi Karya terkait kelanjutannya, skema pendanaannya seperti apa," beber Allan singkat. Ia belum dapat memberikan penjelasan lebih detail karena pihaknya masih menanti hasil kajian yang tengah disusun.

Sebelumnya, PT KAI telah mengungkapkan bahwa rencana perpanjangan rute LRT Jabodebek ke Bogor telah masuk dalam master plan pengembangan perusahaan. Direktur Portfolio Management dan Teknologi Informasi PT KAI, I Gede Darmayusa, membenarkan bahwa pengembangan ini masih dalam pembahasan intensif bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub.

Gede menjelaskan bahwa kajian yang dilakukan tidak hanya mencakup aspek teknis penentuan rute. Studi tersebut juga menganalisis potensi bisnis, pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD), serta berbagai aspek pendukung lainnya. Hal ini penting untuk memastikan investasi besar yang dikeluarkan dapat terjustifikasi melalui peningkatan jumlah penumpang.

"Secara master plan, dulu memang sudah ada rencana sampai Bogor. Kami dengan DJKA (Kemenhub) tentunya sedang mengkaji kembali potensi bisnis, potensi TOD, dan lain sebagainya sehingga biaya yang besar itu bisa kita justifikasi dengan peningkatan penumpang," kata Gede di Stasiun LRT Dukuh Atas, Jumat (22/5).

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait