REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dan Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi membahas pembentukan Batalyon Sniper dan penambahan alat utama sistem senjata (alutsista). Pembahasan itu dilakukan dalam rapat internal TNI AL melalui video conference, Senin (12/10).
Pangkormar Endi Supardi beserta jajaran pejabat Korps Marinir ikut mengikuti rapat tersebut dari Mako Pusat Latihan Pertempuran (PLP) 4 Marinir Purboyo, Malang Selatan.
Baca Juga- Dipiloti WNI, Ethiopian Airlines Dilarang Israel Mendarat di Tel Aviv
- Rumah Digeledah Federal AS, Anggota Kongres Muslim Ilhan Omar Melawan: Saya tak akan Diam!
- PKB Terima Aspirasi Hak Angket Ijazah Gibran, Pembahasan Dilanjutkan Usai Reses
"Dibahas kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan rencana pembentukan Batalyon Sniper," seperti dikutip siaran pers, Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan siaran pers tersebut, pembahasan dua hal tersebut dilakukan dalam rangka mempersiapkan peningkatan kemampuan tempur Korps Marinir.
"Pembahasan juga mencakup rencana validasi organisasi melalui penambahan satuan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia untuk memperkuat postur pertahanan," seperti dijelaskan siaran pers tersebut.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika