Nasional

Kritik MBG Pola Prasmanan, Wagub Jateng: Jangan Sampai Sita Jam Belajar Siswa

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin mengatakan telah memantau uji coba penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pola prasmanan yang turut dilaksanakan di sejumlah sekolah di...

21 Oktober 2026, pukul 15:02 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin mengatakan telah memantau uji coba penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pola prasmanan yang turut dilaksanakan di sejumlah sekolah di Jateng. Dia memberikan catatan pola prasmanan tidak boleh menyita waktu kegiatan belajar mengajar jika nantinya diterapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Yasin menerangkan, berlanjut atau tidaknya penerapan penyajian MBG dengan pola prasmanan bergantung pada pemerintah pusat. “Karena ini ada di satuan pendidikan, jangan sampai adanya prasmanan ini akan lebih memakan waktu atau menyita waktu jam belajar mengajar. Itu yang paling utama,” ujarnya ketika diwawancara di Kota Semarang, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga

Dia mengaku belum memperoleh data di mana saja uji coba penyajian MBG dengan pola prasmanan dilaksanakan di Jateng. Sebab penunjukan sekolah yang menjadi lokasi uji coba ditentukan langsung oleh pemerintah pusat atau BGN.

Salah satu sekolah yang melaksanakan uji coba penyajian MBG dengan pola prasmanan di Jateng adalah SDN 5 Ngawen, Kabupaten Blora. Uji coba mulai dilaksanakan pada 5 Oktober 2026.

Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas Percepatan Program MBG Blora, Sri Setyorini, mengungkapkan, proyek percontohan tersebut merupakan bagian dari evaluasi pelaksanaan MBG, termasuk permasalahan keracunan makanan. Sri mengatakan, dalam pelaksanaan MBG di Blora, pihaknya telah menerima beberapa jenis laporan masyarakat, antara lain terkait kelebihan porsi makanan serta adanya kasus gangguan kesehatan.

Karena itu, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penugasan untuk melakukan uji coba pola penyajian MBG secara prasmanan di sejumlah sekolah, salah satunya di SDN 5 Ngawen. “Karena banyak laporan dari masyarakat tentang kelebihan porsi makanan dan adanya siswa yang mengalami keracunan, dari BGN saya ditugaskan untuk melakukan uji coba di sekolah, salah satunya di SDN 5 Ngawen ini. Kalau dalam dua minggu pelaksanaan prasmanan ini berhasil, nantinya bisa dilanjutkan ke sekolah-sekolah di seluruh Kabupaten Blora, bahkan bisa menjadi bahan penerapan di seluruh Indonesia,” ucap Sri.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait