JAKARTA -- TNI AD membuka suara soal insiden yang berujung tewasnya seorang warga di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11).
Menurut keterangan pers TNI AS, peristiwa itu bermula dari upaya penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lokasi tersebut. Aparat TNI dan Polri mengedepankan upaya persuasif dan humanis kepada penyelenggara acara.
Baca Juga- Bukan Soal Mahal atau Murah, Kenali BBM yang Tepat untuk Kendaraan
- Kasus Penyadapan Kuak Ancaman Bagi Pers
- Jawab Pertanyaan Hakim, Jokowi Ngaku Berkumis Tipis dan Berkacamata Saat Lulus Sarjana
"Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankan bendera," demikian keterangan pihak TNI AD, Kamis.
Di sisi lain, TNI AD juga sedang mengantisipasi digelarnya kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
Dalam proses penertiban di Desa Pulo Keunari, warga melakukan penolakan hingga akhirnya eskalasi konflik meningkat dan berujung aksi pelemparan batu.
Personel telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara.
"Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet," seperti dikutip siaran pers tersebut.
Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara