REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan akan melakukan koordinasi dengan PT PLN (Persero) terkait gangguan pemadaman listrik di Batam, Kepulauan Riau.
“Nanti habis ini saya rapat sama PLN,” ujar Bahlil ketika dijumpai di sela-sela acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) yang digelar di Jakarta, Senin.
Baca Juga- Batam Blackout, Listrik Hingga Air Mati, BP Batam: Butuh 6--9 Jam Pemulihan
- Listrik Pulih, Distribusi Air Bersih di Batam Bertahap, Butuh Waktu 9 Jam
- Mati Listrik di Batam, PLN Batam: Ada Hewan Liar Masuk Gardu Induk
Bahlil yang juga merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku akan segera mengecek kondisi kelistrikan di Batam melalui koordinasinya bersama PLN. “Saya coba cek di PLN, ya. Nanti saya cek,” kata Bahlil.
Pemadaman listrik terjadi sekitar pukul 6.30 WIB, dengan kawasan yang terdampak meliputi Kecamatan Batam Kota, Bengkong, Sagulung, Sekupang, dan lainnya. Kemudian, sekitar pukul 12.00 WIB di Batam, gedung DPRD Batam dan Kantor Wali Kota Batam masih mengalami pemadaman kelistrikan dan menggunakan genset sebagai sumber energi alternatif.
PT PLN Batam, Kepulauan Riau (Kepri), pada sekitar pukul 13.00 WIB, menyampaikan berhasil memulihkan gangguan kelistrikan secara bertahap dengan memprioritaskan objek vital dan fasilitas pelayanan publik untuk memastikan kenyamanan masyarakat.
“Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memberikan perhatian khusus pada pasokan listrik untuk objek vital dan fasilitas pelayanan publik, seperti bandara, rumah sakit, pelabuhan, serta fasilitas strategis lainnya,” kata Manajer Komunikasi PLN Batam Yoga Perdana Sulastama saat dikonfirmasi di Batam, Senin.
Yoga juga mengatakan prioritas utama PLN Batam yakni melakukan pemulihan sistem terlebih dahulu. “Untuk penyebab gangguan kami belum tahu, untuk saat ini kami prioritaskan recovery sistem dulu, dan penormalan listrik seluruh jaringan, nanti akan kami update terus,” katanya.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara