REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas mengecam kebijakan Azerbaijan yang melarang penggunaan hijab di lingkungan pendidikan. Dia mendesak Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev mencabut aturan tersebut karena dinilai melanggar hak perempuan untuk menjalankan ajaran agama, memperoleh pendidikan, dan mengajar.
Anwar menyampaikan kritik tersebut melalui surat terbuka kepada Presiden Azerbaijan. Dia menyoroti penerapan kebijakan sekularisme yang membuat siswi berjilbab dilarang masuk kelas dan guru perempuan diminta mundur karena mengenakan hijab.
Baca Juga- Boy Thohir Cerita Perjalanan Besarkan Adaro hingga Bangun Kekayaan
- Brutal, Pemukim Israel Pukuli Jurnalis Veteran Washington Post Usai Bakar Kebun Warga Palestina
- Indonesia dan Rusia Jajaki Kolaborasi Sektor Perkapalan dan Penerbangan
“Untuk itu kami mendesak Presiden Azerbaijan agar mencabut kebijakan tersebut dan menghormati serta mengembalikan hak-hak dari siswi dan guru untuk memakai hijab tanpa harus kehilangan hak mereka untuk belajar dan mengajar,” ujar Anwar kepada Republika, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Anwar, kebijakan tersebut bertentangan dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia, khususnya kebebasan beragama dan hak memperoleh pendidikan. Dia menilai, penggunaan hijab tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghalangi perempuan mengenyam pendidikan maupun menjalankan profesinya sebagai guru.
Anak-anak berhijab dilarang masuk sekolah-sekolah di Azerbaijan. - (instagram)
Anwar menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan bermaksud mencampuri urusan dalam negeri Azerbaijan. Dia menyebut sikap tersebut sebagai bagian dari kewajiban kemanusiaan universal untuk membela hak anak dan guru dalam menjalankan keyakinan agama mereka.
“Kami tidak bermaksud untuk mencampuri urusan dalam negeri Azerbaijan, tapi kami hanya menjalankan kewajiban kemanusiaan universal,”tegas dia.
Terkait risiko aturan tersebut terhadap mahasiswi Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Azerbaijan, Anwar menyarankan agar umat Islam mempertimbangkan tempat belajar yang memungkinkan mereka menjalankan ajaran agama dengan baik.
“Bagi orang yang beriman bila dia tidak bisa lagi melaksanakan ajaran agamanya dengan baik maka bumi Tuhan luas, pergi saja ke negara lain atau kembali ke tanah air untuk melanjutkan studinya,” kata Wakil Ketua Umum MUI ini.
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dalam pertemuan tatap muka dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. - (Kantor Presiden Azerbaijan)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika