REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdimaludin, mengaku menerima uang sebesar Rp 20 juta sebelum melakukan aksi di kawasan Patung Kuda, pekan lalu. Pengakuan itu disampaikan Abdi saat diklarifikasi oleh sejumlah mahasiswa pada Senin (22/6/2026).
Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, mengaku telah memanggil mahasiswa yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Menurut dia, mahasiswa itu telah membuat pengakuan secara resmi kepada pihak universitas telah menerima uang itu dari pihak kepolisian.
Baca Juga- Rektorat UBK Akui Ketua BEM FH Terima Duit Rp 20 Juta Sebelum Demo, Disebut Diserahkan oleh Aparat
- Kabar Ketua BEM FH UBK Teirma Rp 20 Juta Sebelum Demo, Pihak Rektorat Beri Penjelasan Sore Ini
- Beredar Video Pengakuan Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp 20 Juta Sebelum Demo
"Dia sudah membuat pengakuan secara resmi kepada pihak universitas bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp 20 juta melalui seorang oknum senior alumni Fakultas Hukum UBK yang diserahkan oleh oknum aparat kepolisian," kata dia saat konferensi pers di Gedung Rektorat UBK, Selasa (23/6/2026).
Berdasarkan pengakuan Abdi, Daniel mengatakan, uang tersebut diserahkan pada Senin (15/6/2026) dini hari, sebelum aksi dilakukan pada siang harinya. Uang itu diserahkan agar mahasiswa dari beberapa BEM di UBK tidak menggelar aksi di Istana Negara.
"Dari pengakuan yang bersangkutan, uang tersebut diserahkan pada Senin dini hari menjelang aksi mahasiswa dari beberapa BEM di UBK dengan catatan agar mereka tidak melakukan demonstrasi ke Istana. Mereka disarankan oleh oknum alumni tersebut untuk melakukan demonstrasi di DPR RI," kata dia.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika