REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA – BMKG Stasiun Klimatologi Bogor menetapkan status Awas kekeringan meteorologis untuk Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). Status Awas itu berlaku 21-31 Agustus 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Muhammad Syifaul Fuad, menjelaskan, status Awas pada informasi kekeringan meteorologis BMKG berarti wilayah Ciayumajakuning mengalami indikasi kekeringan yang sudah serius.
Baca Juga- Karhutla di Jabar Capai 196,40 Hektar di Musim Kemarau
- Kemarau, Gerombolan Monyet Turun dari Tahura Serbu Pemukiman Warga Bandung Cari Makan
- 1.700 KK di Slangit Cirebon Langganan Krisis Air Bersih Tiap Kemarau
“Hal itu mengingat hari tanpa hujan yang tercatat di Stasiun Meteorologi Kertajati dan Jatiwangi mencapai lebih dari 50 hari tanpa hujan,” ujar Fuad kepada Republika, Senin (24/8/2026).
Meski demikian, lanjut Fuad, hal itu bukan berarti seluruh masyarakat di Wilayah Ciayumajakuning pasti mengalami krisis air. Melainkan risiko dampaknya sudah tinggi dan perlu tindakan antisipasi.
Untuk sektor pertanian, terutama yang mengandalkan hujan untuk sawah/ladang, kata Fuad, maka risiko kekurangan air untuk tanaman jadi meningkat. Masyarakat yang bergantung pada sumur dangkal, seperti mata air atau sumber air lokal, maka debit/ketersediaan airnya dapat menurun.
“Bagi para peternak juga perlu mengantisipasi ketersediaan air minum bagi ternaknya,” kata Fuad.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika