TEL AVIV -- Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir dilaporkan Channel 12 dilansir Drop Site, Senin (26/10/2026) menolak keras instruksi dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk segera menyerang Iran. Zamir menuntut adanya diskusi mendalam diikuti oleh otorisasi resmi yang ditandatangani para pemimpin politik sebelum menjalankan instruksi Netanyahu itu.
Menurut sumber Channel 12, Zamir khawatir Netanyahu sedang mengeksploitasi masalah Iran untuk mendapatkan momentum politik dua hari jelang pemilu Israel. Meski demikan sejumlah pejabat Israel menilai laporan Channel 12 sebagai "kebohongan".
Baca Juga- Bantah Isu Kunjungan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani, Kedubes Singapura: Disinformasi
- Indonesia Kurangi Ekspor Gas, Singapura Cari Alternatif Pasokan LNG
- Gerindra Cermati Isu Dino Patti Djalal Temui Dubes Singapura
Pada awal Ahad (25/2026), Netanyahu menuggah sebuah ilustrasi yang menggambarkan bom atom jatuh di Tel Aviv.
Seorang pejabat senior Israel mengatakan, "sejarah tidak akan melupakan peran Zamir dalam beberapa hari terakhir."
Dia mengatakan bahwa perintah Netanyahu "adalah sebuah tindakn yang bisa berujung pada konfrontasi dengan Iran pada masa sensistif dan dramatis, dan menciptakan sebuah miskalkulasi".
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika