REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang didirikan pada 1926. Sejak awal berdirinya, NU telah dipimpin oleh sejumlah ulama dan tokoh terkemuka yang memiliki peran penting dalam menjaga serta mengembangkan jam’iyah.
Dalam struktur kepemimpinan NU, khususnya di tingkat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), terdapat dua unsur utama, yakni Syuriyah dan Tanfidziyah. Kedua lembaga ini memiliki fungsi dan kewenangan yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam menjalankan roda organisasi.
Baca Juga- Copet Ikut 'Ramaikan' Demo di Gedung DPR
- Kemkomdigi Pelototi Ruang Digital Saat Aksi Demo, Ini Hasilnya
- PNM Bersama Media Bergerak Bantu Korban Bencana di NTT dan NTB
Rais Aam merupakan pemimpin tertinggi dalam jajaran Syuriyah. Secara lengkap, jabatan tersebut disebut Rais Aam Syuriyah PBNU. Posisi ini memiliki peran penting dalam memberikan arah, pertimbangan, dan bimbingan keagamaan bagi organisasi. Syuriyah sendiri merupakan lembaga yang dihuni para ulama dan kiai, yang berperan menjaga nilai, tradisi, serta haluan keagamaan NU.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU memimpin jajaran Tanfidziyah sebagai unsur pelaksana organisasi. Tanfidziyah bertugas menjalankan kebijakan, program, administrasi, dan berbagai kegiatan organisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika