Nasional

Mentan Siapkan Subsidi Rp600 Miliar untuk Peternak Ayam

JAKARTA -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan subsidi Rp600 miliar pada 2026–2027 untuk penanaman jagung seluas 300 ribu hektare guna memasok kebutuhan pakan peternak ayam. Pemerintah akan menghubungkan...

27 Oktober 2026, pukul 05:59 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan subsidi Rp600 miliar pada 2026–2027 untuk penanaman jagung seluas 300 ribu hektare guna memasok kebutuhan pakan peternak ayam. Pemerintah akan menghubungkan peternak dengan petani jagung melalui koperasi agar pasokan bahan baku pakan tersedia dengan harga lebih terkendali.

Amran mengatakan, anggaran tersebut dibagi masing-masing Rp300 miliar pada 2026 dan 2027. Dukungan diberikan untuk penyediaan pakan bagi usaha ayam petelur maupun pedaging.

Baca Juga

“Kita subsidi sampai Desember, kami alokasikan anggaran 300 miliar untuk 300.000 hektare. Tahun depan kami berikan lagi 300 miliar, berarti 600 miliar,” kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Kebutuhan jagung dalam skema tersebut diperkirakan mencapai 1,8 juta ton per tahun. Dengan asumsi produktivitas tujuh ton per hektare, lahan seluas 300 ribu hektare diproyeksikan menghasilkan 2,1 juta ton jagung.

Amran menjelaskan, peternak dan petani jagung akan dihimpun dalam koperasi untuk membangun sistem penyediaan pakan yang terhubung. Melalui sistem tertutup atau closed system, pasokan jagung berasal langsung dari petani yang bekerja sama dengan peternak.

“Dari hulu kita membangun kelompok tani bersama peternak, peternak dengan petani jagung menjadi satu kesatuan. Membentuk koperasi. Jadi tanam jagung sendiri, dibantu oleh Pusat,” ujar Amran.

Pemerintah menyiapkan Perum Bulog sebagai pembeli siaga atau offtaker apabila produksi melampaui kebutuhan peternak. Berdasarkan proyeksi tersebut, terdapat potensi kelebihan pasokan sekitar 300 ribu ton yang dapat diserap Bulog.

Jagung yang disimpan melalui Bulog dapat dibeli kembali oleh peternak dengan dukungan subsidi saat membutuhkan tambahan pasokan. Amran menyebut mekanisme itu menyerupai sistem resi gudang untuk menjaga ketersediaan bahan baku pakan.

Selain jagung, pemerintah mengatur pengadaan bungkil kedelai atau soybean meal (SBM) melalui ID Food. Amran mengatakan, harganya dipatok Rp8.630 per kilogram, sedangkan harga di tingkat pengusaha menurutnya mencapai Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram.

“Kemudian ID Food untuk SBM, soybean meal itu adalah kita patok harganya, seperti sekarang, 8.630, tidak boleh di atasnya. Itu diatur oleh pemerintah,” ujar Amran.

Kementerian Pertanian juga menyiapkan bantuan masing-masing 100 unit traktor, mesin pengering, dan pompa air. Sarana tersebut akan diberikan kepada kelompok yang terlibat dalam penyediaan jagung untuk pakan.

Amran memperkirakan keseluruhan dukungan bagi peternakan, termasuk bantuan produksi dan sarana pertanian hingga tahun depan, mencapai sekitar Rp1 triliun. Pendanaannya berasal dari pengalihan sejumlah pos anggaran Kementerian Pertanian.

“Memang waktu pertemuan waktu demo kami belum menjanjikan apa-apa karena jangan sampai anggaran tidak mampu. Tapi alhamdulillah, kami refocusing, kami tidak minta tambah anggaran,” ujar Amran.

Kementerian Pertanian telah menata ulang anggaran hingga Rp3,7 triliun dengan memangkas pengeluaran rapat di hotel, perjalanan dinas, dan kegiatan seremonial. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan petani dan peternak.

Amran berharap pasokan pakan yang lebih terkendali dapat memperbaiki keuntungan peternak yang masih tipis. Pemerintah juga ingin menjaga keberlanjutan produksi telur dan daging ayam nasional.

Lihat di situs asli

Berita terkait