Nasional

Wamenhaj Imbau Jamaah Umrah Indonesia tak Transit di Malaysia dan Singapura

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (Wamenhaj),  Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jamaah umrah Indonesia untuk sementara waktu menghindari penerbangan transit di Malaysia dan Singapura. Jamaah diharapkan memilih...

27 Oktober 2026, pukul 06:21 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (Wamenhaj),  Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jamaah umrah Indonesia untuk sementara waktu menghindari penerbangan transit di Malaysia dan Singapura.

Jamaah diharapkan memilih penerbangan langsung ke Arab Saudi demi keamanan perjalanan sekaligus memperkuat industri penerbangan nasional.

Baca Juga

"Jadi sementara ini kami pikir jamaah umrah kita ada baiknya tidak transit dulu di Malaysia dan Singapura," ujar Dahnil saat ditemui di Kantor Kemenhaj, Jl MH Thamrin, Jakarta, Senin (26/10/2026). 

Dia menegaskan, keselamatan jamaah menjadi prioritas utama pemerintah di tengah eskalasi di Timur Tengah. Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta mengimbau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk mengutamakan penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak berpose saat diwawancarai Republika di kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta, Rabu (8/7/2026). - (Republika/Thoudy Badai)

Menurut Dahnil, penerbangan langsung dinilai lebih aman di tengah situasi kawasan yang masih berkembang. Dia bahkan menyebut penerbangan langsung menuju Madinah menjadi salah satu opsi yang lebih baik.

Kemenhaj juga telah mengumpulkan asosiasi penyelenggara perjalanan haji dan umrah untuk membahas kebijakan tersebut. Pemerintah meminta para pelaku usaha memprioritaskan penerbangan langsung dan untuk sementara tidak memilih rute transit melalui bandara di Malaysia maupun Singapura.

Dahnil mengatakan, jumlah jamaah umrah Indonesia yang selama ini menggunakan penerbangan transit di kedua negara tersebut mencapai sekitar 70 ribu orang. Menurut dia, jumlah itu berpotensi dialihkan untuk memperkuat penerbangan nasional sekaligus mendorong perputaran ekonomi di dalam negeri.

 

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait