Nasional

Penyedia Aplikasi Kasir Mulai Bidik Kebutuhan Tiap Sektor

JAKARTA -- Bisnis makanan dan minuman, ritel, serta jasa memiliki kebutuhan aplikasi kasir yang berbeda. Perbedaan alur transaksi, pengelolaan stok, promosi, hingga komisi membuat penyedia sistem kasir mulai menyesuaikan...

27 Oktober 2026, pukul 07:00 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA -- Bisnis makanan dan minuman, ritel, serta jasa memiliki kebutuhan aplikasi kasir yang berbeda. Perbedaan alur transaksi, pengelolaan stok, promosi, hingga komisi membuat penyedia sistem kasir mulai menyesuaikan layanan untuk tiap sektor.

OttoDigital menjadi salah satu pemain yang menggunakan pendekatan tersebut melalui aplikasi kasir HelloBill. Perusahaan membagi kebutuhan sistem berdasarkan karakter usaha, terutama makanan dan minuman, ritel, serta jasa.

Baca Juga

Chief Revenue Officer OttoDigital Grace Sunarjo mengatakan, banyaknya fitur tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam memilih aplikasi kasir. Menurut dia, pelaku usaha lebih membutuhkan fitur yang sesuai dengan alur operasional bisnis.

“Yang dibutuhkan pelaku bisnis bukan hanya fitur yang banyak, tetapi seberapa relevan fitur tersebut dengan operasional bisnis. Pemilihan aplikasi kasir yang sesuai dengan karakteristik industri dan operasional dapat mendukung efisiensi serta menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang,” ujar Grace dalam siaran pers, Selasa (27/10/2026).

Pada bisnis makanan dan minuman, kebutuhan sistem kasir antara lain berkaitan dengan pengelolaan bahan baku dan alur pesanan. Pencatatan transaksi dapat dihubungkan dengan stok sehingga penggunaan bahan untuk setiap menu ikut tercatat.

Sementara pada bisnis ritel, kebutuhan lebih banyak berkaitan dengan pengelolaan persediaan dan distribusi barang. Hal itu menjadi semakin penting bagi pelaku usaha yang memiliki banyak jenis produk maupun sejumlah gerai.

Sistem kasir juga mulai digunakan untuk mengatur promosi secara otomatis. Grace mengatakan, integrasi tersebut dapat mengurangi proses manual dalam penerapan program promosi di tingkat gerai.

Pada bisnis jasa, kebutuhan yang muncul berbeda lagi. Usaha seperti salon dan layanan kecantikan misalnya, membutuhkan pencatatan transaksi yang sekaligus dapat menghitung komisi bagi staf berdasarkan layanan yang diberikan.

“Pada bisnis jasa yang menerapkan sistem komisi bagi staf, fitur pengelolaan komisi menjadi kebutuhan yang spesifik. HelloBill membantu pelaku bisnis mengelola komisi secara lebih terstruktur, sehingga perhitungan insentif dapat dilakukan lebih mudah. Hal ini menjadi contoh bagaimana aplikasi kasir perlu memahami karakteristik operasional bisnis masing-masing, bukan hanya berfungsi mencatat transaksi,” tambah Grace.

Selain menyesuaikan fitur berdasarkan sektor, penyedia aplikasi kasir juga mulai menghubungkan sistem transaksi dengan pembayaran. HelloBill, misalnya, terintegrasi dengan layanan payment gateway OttoDigital dan dapat digunakan ketika koneksi internet mengalami gangguan.

Biaya berlangganan layanan tersebut dimulai dari Rp129 ribu per bulan. Segmen yang dibidik mencakup bisnis dengan berbagai skala, termasuk UMKM yang mulai mendigitalisasi pencatatan transaksi dan operasional.

Perkembangan ini menunjukkan persaingan aplikasi kasir mulai bergerak dari sekadar pencatatan transaksi ke kebutuhan operasional yang lebih spesifik. Bagi penyedia layanan, kemampuan menyesuaikan sistem dengan karakter tiap sektor menjadi salah satu pembeda di pasar.

Lihat di situs asli

Berita terkait