JAKARTA — Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyampaikan pemerintah tengah mengkaji insentif untuk kendaraan hybrid guna mendorong pertumbuhan industri nasional. Pemerintah berharap usulan tersebut dapat direalisasikan pada tahun ini.
Sarmuji menyampaikan pembahasan teknis mengenai usulan insentif tersebut masih berlangsung bersama pihak terkait. Pembahasan ini termasuk untuk menentukan besaran insentif yang akan diajukan oleh pemerintah.
Baca Juga- Mudik Gratis Nataru Dibuka 2 Desember, Kemenhub Siapkan 70 Bus
- BRI Siapkan Buyback Saham Rp 1 Triliun hingga Januari 2027
- Wamenhaj Imbau Jamaah Umrah Indonesia tak Transit di Malaysia dan Singapura
“Masih dalam proses pembahasan teknis. Nanti seberapa besar insentif yang akan kita usulkan akan lebih diperjelas lagi,” katanya di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Menurut Sarmuji, besaran insentif untuk kendaraan hybrid tidak harus sama dengan insentif kendaraan listrik berbasis baterai. Hal yang paling penting adalah adanya dukungan pemerintah yang dapat mendorong pertumbuhan pasar sekaligus memperkuat industri otomotif nasional.
"Tahun ini akan kita usulkan. Usulannya akan tahun ini," ucapnya dalam kesempatan terpisah.
Sarmuji menambahkan, rasio kepemilikan mobil di Indonesia saat ini masih relatif rendah jika dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah terus mengevaluasi berbagai indikator tersebut untuk merumuskan kebijakan yang tepat.
Ia menyebut rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru sekitar 99 unit per 1.000 penduduk. Angka tersebut masih jauh di bawah Malaysia yang mencapai sekitar 490 unit per 1.000 penduduk dan Thailand yang mencatatkan angka sekitar 275 unit per 1.000 penduduk.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Nandi Julyanto menyampaikan pihaknya memandang stimulus sebagai hal yang penting untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Kebijakan ini dinilai mendesak demi menjaga stabilitas pasar otomotif domestik.
Ia menilai pasar kendaraan saat ini sedang menghadapi pergeseran permintaan yang cukup signifikan ke arah mobil bekas. Kondisi tersebut memerlukan perhatian serius dari para pelaku industri.
"Kami tadi menyampaikan mengenai pentingnya stimulus untuk meningkatkan daya beli, sehingga pembelian mobil baru itu meningkat. Karena sekarang market-nya bergeser kepada used car," katanya usai pertemuan antara TMMIN dan Toyota Astra Motor dengan Menperin.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mendorong pemberian insentif nonfiskal bagi kendaraan hybrid, plug-in hybrid electric vehicle, dan range extended electric vehicle. Langkah ini diambil untuk mempercepat pengembangan industri otomotif sekaligus menghemat konsumsi bahan bakar minyak.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : ANTARA