Nasional

Analis: Tehran Summit Terjadi karena Iran Ogah Gabung Pakta Mekkah

TEHERAN --  Pertemuan tingkat tinggi antara para pejabat senior dari negara-negara yang tergabung dalam Pakta Mekkah dengan petinggi Iran di Teheran dinilai analis politik dari John Hopkins, Vali Nasr...

27 Oktober 2026, pukul 06:19 WIB · dibaca 0 kali

TEHERAN --  Pertemuan tingkat tinggi antara para pejabat senior dari negara-negara yang tergabung dalam Pakta Mekkah dengan petinggi Iran di Teheran dinilai analis politik dari John Hopkins, Vali Nasr sebagai kemenangan besar kehumasan Iran di kawasan. Kedatangan tiga pejabat Arab Saudi, Turki, dan Pakistan ke Teheran ke Mekkah adalah bermaksud meminta tolong ke Iran terkait Yaman.

Menurut Nasr lewat unggahannya di X dilansir Drop Site, Selasa (27/10/2026), Iran menyebut pertemuan di Teheran sebagai 'Tehran Summit', sebuah tanda visi dari sebuah tatanan kawasan yang mana Teheran akan menentukan definisinya sekaligus memimpinnya. Tatanan itu, menurut Nasr, akan membuat Amerika Serikat (AS) berada di luar kawasan.

Baca Juga

"Mengundang Iran untuk bergabung ke Pakta Mekkah sebagaimana banyak pihak mengantisipasinya tidak terjadi. Malahan, Iran menyebut pertemuan sebagai Teheran Summit. Terdengar seperti Iran punya visi berbeda dalam pengaturan kawasan di mana Iran ingin mendefinikasikna dan memainkan perang sentral di dalamnya," kata Nasr.

Nasr merujuk pada pernyataan Sekretaris Dewan Keamanan Tertinggi Nasional (SNSC) Iran Mohsen Rezaei yang mengatakan bahwa visi Iran sangat jelas bertujuan untuk mengeluarkan AS dari kawasan. Namun, visi itu tidak mudah untuk diimplementasikan bersama dengan negara-negara Pakta Mekkah yang diketahui selama ini bersekutu dengan AS.

Kepada media seusai pertemuan dengan perwakilan Pakta Mekkah, Senin (26/10/2026), Rezaei menilai jika empat negara duduk bersama, banyak dari masalah di kawasan akan terpecahkan. kunjungan tiga negara ke Iran menjadi awal dari transformasi di kawasan. 

"Di tengah ancaman-ancaman Amerika Serikat, tiga negara besar ini datang ke Iran dan berbicara dengan kami. Itu menunjukkan bahwa Amerika tak lagi memiliki pengaruh di dunia," kata Rezaei.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait