Nasional

Menteri Ekstremis Israel Serukan Seantero Lebanon Dibakar Usai Empat Tentara IDF Tewas

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV — Dua menteri sayap kanan ekstrem dalam kabinet Israel, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, pada Jumat menyerukan peningkatan serangan ke Lebanon. Ini...

19 Juni 2026, pukul 12:03 WIB · dibaca 3 kali

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV — Dua menteri sayap kanan ekstrem dalam kabinet Israel, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, pada Jumat menyerukan peningkatan serangan ke Lebanon. Ini setelah militer Israel mengumumkan empat tentaranya tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan, lapor Anadolu.

Melalui unggahannya di platform X, Ben-Gvir menegaskan Israel harus merespons dengan kekuatan penuh meski menghadapi tekanan internasional.

Baca Juga

"Dengan segala hormat kepada Amerika Serikat, Israel harus menjelaskan kepada seluruh dunia bahwa darah putra-putra kami dan keamanan warga kami tidak bisa dikorbankan. Seluruh Lebanon harus dibakar," tulis Ben-Gvir.

Patut dicatat, Israel adalah pihak yang melancarkan penjajahan di Lebanon selatan sejak Februari lalu. Mereka melakukan agresi jauh ke dalam wilayah Lebanon dengan dalih menghabisi kelompok Hizbullah yang menyerang Israel setelah entitas Zionis itu menyerang Iran dan membunuh Ayatullah Ali Khamenei. 

Selain pemimpin tertinggi Iran, Khamenei adalah junjungan Muslim Syiah yang merupakan mayoritas di selatan Lebanon. Serangan dan penjajahan Israel ke selatan Lebanon sejauh ini telah menewaskan lebih dari 3.000 jiwa.

Ben-Gvir menambahkan, kewajiban utama pemerintah adalah melindungi warga Israel dan para tentara pasukan penjajahan Israel (IDF).

Tentara Israel membawa peti mati Sersan Ohad Yaari saat upacara pemakamannya di Rehovot, Israel, 7 Juni 2026. Militer Israel mengumumkan pada 6 Juni, bahwa dua tentara tewas dalam insiden terpisah di Lebanon selatan. - (EPA/ABIR SULTAN)

"Kewajiban itu harus didahulukan di atas pertimbangan apa pun," ujarnya.

Ben-Gvir juga mengaku telah menyampaikan pandangannya secara langsung kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

"Saya katakan kepada Perdana Menteri, bahkan dalam pertemuan tertutup kami: untuk setiap air mata ibu Israel, seribu ibu Lebanon harus menangis," katanya.

Menteri yang dikenal dengan pandangan garis keras itu bahkan menyerukan serangan yang lebih brutal. Menurutnya, di Timur Tengah Israel harus "mengamuk, menghancurkan, dan melumat teror."

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait