REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah memangkas jumlah pasukannya secara "diam-diam" di sejumlah pangkalan militer di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan potensi eskalasi konflik.
Selain militer, Departemen Luar Negeri AS juga menginstruksikan pengurangan staf diplomatik di beberapa kantor perwakilan diplomatik AS di wilayah tersebut. Laporan ini disampaikan oleh NBC, Kamis (22/10/2026), mengutip dua pejabat AS serta dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Baca Juga- KKP Tangkap 154 Kapal Ilegal di Perairan Indonesia hingga September 2026
- Soal Karhutla, Muhammadiyah Tuntut Tanggung Jawab Pelaku Usaha agar Berkegiatan Secara Beretika
- Kenangan Kiai Cholil Nafis Saat Nyantri di Sidogiri, Mengasah Ilmu Lewat Tradisi Bahtsul Masail
Para sumber menyebut penarikan pasukan dan staf diplomatik AS ini mirip dengan pengurangan kekuatan yang dilakukan menjelang dimulainya perang dengan Iran pada Februari lalu. Langkah ini diambil sebagai "respons terhadap ancaman berkelanjutan di kawasan, termasuk yang bersumber dari Iran." Sejumlah tentara dilaporkan telah dievakuasi dari pangkalan AS yang berada di Yordania, Qatar, dan Kuwait.
Koran Hamshahri yang terbit di Iran menampilkan ilustrasi tentara Amerika Serikat menjadi sandera, Senin (17/8/2026). - (EPA/Abedin Taherkenareh)
Jet tempur Israel
Pada saat yang sama, media berbasis di AS, Axios, melaporkan puluhan jet tempur Israel melintas di atas wilayah udara Suriah dan Irak menuju perbatasan barat Iran pada Senin lalu sebagai bagian dari "latihan militer".
Menurut laporan Axios, pejabat Tel Aviv telah menginformasikan kepada pemerintahan Presiden Donald Trump bahwa latihan tersebut bertujuan untuk menyorot kekuatan militer Israel sekaligus mencegah potensi serangan Iran ke wilayahnya di masa mendatang. Meski demikian, sejumlah pejabat AS yang dikutip Axios menangkap kesan bahwa Israel berharap Iran membalas manuver tersebut sehingga memberikan "justifikasi" bagi Tel Aviv untuk melakukan serangan balasan ke Teheran.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika