Nasional

MITTE Bintaro Resmi Dibuka, 90 Persen Karyawan Warga Tangsel

JAKARTA — Kehadiran destinasi kuliner baru di Kota Tangerang Selatan membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat. MITTE Bintaro yang resmi beroperasi pada Sabtu (24/10/2026) tercatat menyerap sekitar 90 persen...

25 Oktober 2026, pukul 14:16 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA — Kehadiran destinasi kuliner baru di Kota Tangerang Selatan membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat. MITTE Bintaro yang resmi beroperasi pada Sabtu (24/10/2026) tercatat menyerap sekitar 90 persen tenaga kerjanya dari warga Tangerang Selatan. Komitmen tersebut mendapat apresiasi Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie karena dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperluas kesempatan kerja.

Berlokasi di Jalan Cendrawasih Raya Nomor 11, Sawah Lama, Ciputat, MITTE Bintaro mengusung konsep yang memadukan kuliner, arsitektur modern, dan ruang komunal. Nama MITTE diambil dari bahasa Jerman yang berarti "tengah" atau "pusat", mencerminkan gagasan menjadikan kawasan tersebut sebagai titik pertemuan keluarga, komunitas, pelaku usaha, hingga generasi muda untuk bersosialisasi dan menjalankan berbagai aktivitas.

Baca Juga

Peresmian MITTE Bintaro turut dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta sejumlah tokoh lainnya. Kehadiran pusat kuliner ini diharapkan tidak hanya memperkaya pilihan tempat bersantap masyarakat, tetapi juga memperkuat ekosistem UMKM, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), dan menggerakkan industri kreatif di Tangerang Selatan.

Kehadiran MITTE Bintaro diharapkan turut memperkaya pilihan destinasi kuliner di Tangerang Selatan sekaligus mendukung perkembangan ekonomi kreatif, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan usaha di tingkat lokal.

Potensi Industri Kuliner Tangerang Selatan

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan bahwa sektor kuliner merupakan salah satu bidang usaha yang berperan dalam menggerakkan perekonomian daerah. Potensi tersebut tercermin dari aktivitas investasi sektor swasta serta kontribusi pajak restoran terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Ia menilai, pertumbuhan usaha kuliner perlu diimbangi dengan kemampuan pelaku usaha menghadirkan konsep yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk menyediakan ruang berkumpul yang nyaman bagi generasi muda dan berbagai komunitas.

“Keberadaan MITTE Bintaro diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja bagi warga Tangerang Selatan dan peningkatan pendapatan asli daerah,” ujar Benyamin.

Benyamin juga mengapresiasi komitmen manajemen MITTE Bintaro yang menyerap sekitar 90 persen tenaga kerjanya dari warga Tangerang Selatan. Menurutnya, perekrutan tenaga kerja lokal yang disertai proses seleksi dan pelatihan dapat membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berupaya mendukung perkembangan dunia usaha melalui fasilitasi perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. Kemudahan proses perizinan diharapkan dapat mendorong pelaku usaha, termasuk pengusaha muda, untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Selain kualitas makanan, Benyamin menekankan pentingnya pengalaman pelanggan secara menyeluruh.

"Cita rasa, kenyamanan lingkungan, dan pengalaman yang menarik untuk dibagikan kepada orang lain merupakan faktor penting dalam membangun daya tarik sebuah usaha kuliner," ujar Benyamin.

Inovasi dan Diferensiasi Jadi Kunci Keberlanjutan Usaha

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menilai, pelaku usaha kuliner perlu memiliki diferensiasi agar mampu bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat. Inovasi dalam konsep bisnis, sajian makanan, desain bangunan, hingga kualitas pelayanan menjadi faktor yang perlu diperhatikan sejak tahap perencanaan usaha.

Kehadiran MITTE Bintaro dapat menjadi salah satu alternatif ruang publik yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Tempat kuliner saat ini tidak hanya berfungsi sebagai lokasi makan, tetapi juga berkembang menjadi ruang pertemuan, tempat belajar, berdiskusi, dan menjalankan aktivitas bisnis.

“Pelaku usaha perlu melakukan riset mendalam sebelum memulai bisnis, mulai dari memahami kebutuhan pasar, menentukan segmen konsumen, hingga merancang konsep makanan dan desain arsitektur. Semua aspek tersebut harus saling mendukung agar usaha dapat bertahan dalam jangka panjang,” ujar Pilar.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan manajemen yang kuat, terutama dalam menjaga konsistensi produk, standar pelayanan, dan operasional sehari-hari. Kemudahan perizinan serta terciptanya lingkungan usaha yang aman dan nyaman juga menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Tangerang Selatan.

Dari sisi arsitektur, Pilar berpendapat desain MITTE Bintaro telah mempertimbangkan karakter lingkungan di sekitarnya, termasuk keberadaan jalan layang yang menjadi elemen dominan kawasan tersebut. Pendekatan desain yang adaptif membuat bangunan dapat menyatu dengan lingkungan, sementara kehadiran vegetasi turut mendukung kenyamanan ruang di tengah kondisi cuaca yang cenderung panas.

Pilar berharap, MITTE Bintaro dapat mempertahankan inovasi dan konsistensi kualitas agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Hadirkan Ruang Berkumpul dengan Konsep Terintegrasi

Selain menawarkan pengalaman kuliner, MITTE Bintaro dirancang sebagai ruang berkumpul yang memadukan kenyamanan, desain arsitektur, dan suasana yang mendukung beragam aktivitas masyarakat.

Dengan kapasitas yang luas dan desain yang modern, MITTE Bintaro menyasar masyarakat yang membutuhkan tempat untuk menikmati hidangan, menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman, maupun mengadakan pertemuan komunitas. Konsep ruang yang nyaman juga diharapkan dapat mendukung aktivitas produktif, seperti berdiskusi dan bekerja secara informal.

Komisaris Utama PT Bangun Tjipta Sarana, Siswono Yudo Husodo. turut menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif pengusaha muda yang mengembangkan bisnis dengan konsep yang terencana. Ia menyoroti perhatian terhadap penataan lingkungan dan pemilihan vegetasi sebagai bagian dari upaya menghadirkan suasana yang nyaman.

"Pengembangan restoran dengan memperhatikan lingkungan dan karakter ruang menjadi salah satu aspek yang dapat memperkuat pengalaman pengunjung. Dengan menggabungkan konsep kuliner, desain arsitektur, dan fungsi ruang komunal, MITTE Bintaro berupaya menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi masyarakat Tangerang Selatan," kata Siswono.

 

Loading... sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait