Nasional

MUI Beberkan Rekam Jejak Andrea Bocelli Mendukung Israel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti rekam jejak musisi asal Italia, Andrea Bocelli, yang dinilai menunjukkan dukungan terhadap Israel di tengah penjajahan dan genosida yang berlangsung di Palestina....

13 Oktober 2026, pukul 07:22 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti rekam jejak musisi asal Italia, Andrea Bocelli, yang dinilai menunjukkan dukungan terhadap Israel di tengah penjajahan dan genosida yang berlangsung di Palestina. MUI meminta pemerintah dan penyelenggara mempertimbangkan kembali rencana konser Bocelli di Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta pada 3 November 2026.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Luar Negeri, Safira Machrusah mengatakan, MUI memahami tujuan penyelenggaraan konser tersebut untuk mengangkat kebudayaan Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata. Namun, menurut dia, pertimbangan ekonomi tidak seharusnya mengabaikan konsistensi Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina.

"Kami membaca rekam jejak dari Andrea Bocelli. Benar beliau adalah seorang seniman asli. Mungkin dia juga menjauh dari politik. Tetapi fakta di rekam jejak di sosial media itu (mendukung Israel)," kata Safira kepada Republika di Kantor MUI Pusat, Selasa (13/10/2026).

Dia menjelaskan, MUI menemukan sejumlah catatan mengenai keterlibatan Bocelli dalam kegiatan yang dinilai menunjukkan dukungan terhadap Israel. Salah satunya, pada 2010, Bocelli disebut menghadiri acara penggalangan dana yang berkaitan dengan Israel Defense Forces (IDF).

"Yang nyata-nyata dia (Bocelli) adalah pendukung (Zionis Israel). IDF itu adalah lembaga yang sangat mendukung apa yang terjadi di Palestina (genosida yang terjadi di Palestina)," ujar Safira.

Safira juga menyinggung kehadiran Bocelli di Tel Aviv pada 2008 dalam sebuah acara yang berkaitan dengan Shimon Peres. Selain itu, dia menyoroti peristiwa pada 2025 ketika Bocelli mengundang seorang mantan sandera Hamas di kediamannya di Miami, Amerika Serikat (AS).

Sejumlah massa yang tergabung dalam Mujahidah Palestina menggelar aksi solidaritas Palestina di Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Sabtu (1/8/2026). - (Edi Yusuf)

Menurut Safira, undangan tersebut menjadi catatan bagi MUI karena berlangsung ketika masyarakat internasional menyaksikan penderitaan warga Palestina akibat genosida yang dilakukan Israel. Dia menilai tidak adanya pernyataan mengenai Gaza dalam peristiwa tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Bagi Safira, rangkaian peristiwa Bocelli yang menunjukan pro Zionis Israel tersebut menjadi pertimbangan MUI dalam menyikapi rencana konser Bocelli yang diselenggarakan Shoemaker Live dan didukung oleh sejumlah kementerian.

Dia mempertanyakan alasan pemilihan Bocelli, sementara terdapat banyak musisi lain yang dinilai dapat menarik penonton tanpa memunculkan kontroversi terkait dukungan terhadap Palestina.

"Kenapa tidak mengundang penyanyi tenor yang lain? Kan banyak juga yang menonjol. Atau penyanyi Amerika lain yang sekarang konsentrasi pada Palestina juga banyak," katanya.

Daftar Kejahatan Tentara Israel - (Republika)

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait