Nasional

MUI Desak Dunia Bertindak, Upaya Yahudisasi Masjid Al Aqsa Dinilai Ancam Perdamaian

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa Masjid Al Aqsa merupakan situs suci umat Islam sekaligus warisan peradaban dunia yang harus dijaga dari berbagai upaya penghapusan identitas sejarah...

13 Juni 2026, pukul 07:00 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa Masjid Al Aqsa merupakan situs suci umat Islam sekaligus warisan peradaban dunia yang harus dijaga dari berbagai upaya penghapusan identitas sejarah dan keislamannya. MUI menilai langkah-langkah yang mengarah pada Yahudisasi Al Aqsa berpotensi memperburuk konflik di Palestina.

Salah satu Ketua MUI Pusat, KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur, mengatakan setiap upaya menghilangkan simbol-simbol historis dan identitas Islam di kompleks Masjid Al Aqsa tidak dapat dibenarkan.

Baca Juga

"Masjidil Aqsa adalah situs suci umat Islam sekaligus warisan peradaban dunia yang harus dijaga. Setiap upaya menghilangkan identitas sejarah dan keislaman Al-Aqsa merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan berpotensi memperburuk konflik di Palestina," ujar Gus Fahrur saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (12/6/2026).

Menurut dia, komunitas internasional harus mengambil langkah yang lebih tegas untuk melindungi status historis Masjid Al Aqsa sebagaimana diatur dalam hukum internasional.

"OKI, PBB, dan UNESCO perlu mengambil langkah diplomatik yang lebih tegas untuk melindungi status historis Masjidil Aqsa sesuai hukum internasional," ucapnya.

Gus Fahrur juga berharap pemerintah Indonesia terus konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina sekaligus memberikan perhatian terhadap perlindungan situs-situs suci Islam di berbagai forum internasional.

"Kita berharap Pemerintah Indonesia terus konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan perlindungan situs-situs suci Islam di berbagai forum internasional. Bagi pesantren dan umat Islam Indonesia, dukungan terhadap Palestina adalah bagian dari komitmen kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian dunia," katanya.

Sebelumnya, gerakan perlawanan Palestina Hamas juga mengeluarkan peringatan keras terkait meningkatnya upaya Israel untuk mengosongkan dan menghilangkan simbol-simbol bersejarah di kompleks Masjid Al Aqsa dengan alasan keamanan.

Dalam pernyataan resminya, Hamas menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran berbahaya yang memerlukan mobilisasi segera guna melindungi situs suci tersebut dan menjaga identitasnya.

Hamas menyoroti penargetan sejumlah bangunan bersejarah di kompleks Al Aqsa, termasuk Kubah Nabi Musa (Dome of Moses) di bagian barat daya. Menurut Hamas, langkah itu merupakan bagian dari upaya sistematis Israel untuk mengubah karakter religius dan historis masjid suci ketiga umat Islam tersebut.

Dikutip dari Al Mayadeen, Hamas menegaskan rakyat Palestina tidak akan menerima berbagai upaya Yahudisasi yang terus dilakukan pemerintah Israel. Gerakan tersebut juga menekankan bahwa perlawanan terhadap berbagai langkah yang dianggap ilegal itu akan terus dilakukan melalui kehadiran dan keteguhan warga Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa.

 

 

 

Lihat di situs asli

Berita terkait