REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengajak seluruh warga NU menghidupkan kembali semangat ta’awun atau tolong-menolong.
Menurut dia, semangat tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keutuhan tatanan masyarakat dan bangsa.
Baca Juga- Apakah Embargo Ekonomi AS Atas Iran akan Berhasil? Ini Kata Para Analis
- Misteri Halilintar dan Gemuruh di Baliknya, Kisah Sang Pengingkar Tersambar Petir dalam Alquran
- Nafsu Sanksi Ekonomi Iran, Ancaman Krisis Justru Berbalik Menimpa AS secara Mengkhawatirkan
Gus Yahya mengutip pandangan pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dalam "Muqaddimah Qanun Asasi NU", yang menempatkan sikap saling menolong sebagai landasan kehidupan bermasyarakat.
“Hadratus Syekh Kiai Muhammad Hasyim Asy’ari di dalam Muqaddimah Qanun Asasi telah mengatakan, ata’awanu huwalladzi alaihi madaru nidhamil umam. Tolong-menolong adalah landasan bagi beredarnya tatanan kemasyarakatan,” ujar Gus Yahya saat sambutan dalam acara Pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Menurut Gus Yahya, masyarakat yang dibangun dengan prinsip ta’awun tidak akan terjebak dalam persoalan siapa yang memiliki kekuasaan atau menduduki posisi tertentu.
Sebaliknya, setiap elemen masyarakat akan mengutamakan kerja sama demi kepentingan dan kemuliaan bersama.
Karena itu, dia menegaskan semangat ta’awun tidak boleh hanya berlaku di lingkungan internal NU. Semangat tersebut harus menjadi energi bersama seluruh elemen bangsa Indonesia.
“Sangat tepat momentum muktamar ini kita jadikan titik tolak untuk ke depan berupaya memperkuat bangsa yang kita cintai ini dengan ta’awun, tolong-menolong di antara warga, bukan hanya warga Nahdlatul Ulama saja, tapi bersama segenap warga bangsa yang kita cintai ini,” ucapnya.
Muktamar NU ke-35 akan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026. Forum yang mengangkat tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa" tersebut diikuti oleh pengurus NU dari berbagai daerah di Indonesia.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika