Nasional

Muktamar NU, Kala Prabowo Bersimpuh di Hadapan Kiai Sepuh

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG — Presiden Prabowo Subianto menghadiri pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Di tengah riuhnya penyambutan para tokoh...

27 Agustus 2026, pukul 13:38 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG — Presiden Prabowo Subianto menghadiri pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Di tengah riuhnya penyambutan para tokoh dan nahdliyin, sebuah momen sederhana antara Prabowo dan seorang ulama sepuh NU mencuri perhatian.

Saat memasuki lokasi acara, Prabowo tidak sekadar melintas di hadapan deretan kiai dan ulama. Presiden menghampiri mereka satu per satu untuk bersalaman. Langkahnya kemudian terhenti ketika bertemu Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, KH Nurul Huda Djazuli. Ulama yang akrab disapa Mbah Yai Huda atau Kiai Da itu tampak duduk di kursi roda.

Baca Juga

Prabowo lantas membungkukkan tubuhnya. Ia bahkan bersimpuh untuk menjangkau tangan Kiai Da dan bersalaman dengan ulama sepuh tersebut. Keduanya kemudian sempat cipika-cipiki. Momen itu berlangsung singkat, tetapi terasa hangat. Di tengah pembukaan muktamar yang mempertemukan jajaran pemerintah, tokoh nasional, serta para ulama NU, perjumpaan tersebut menghadirkan suasana yang sederhana dan penuh penghormatan.

Siapa Kiai Da? 

Kiai Da bukan sosok asing di kalangan pesantren dan NU. Ia dikenal sebagai ulama sepuh yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri untuk mengaji, mengajar, dan mengasuh para santri.

Di Pesantren Al-Falah Ploso, Kiai Da dikenal tekun mengajarkan ilmu kepada santri. Kitab Shahih Bukhari dan Tafsir Jalalain menjadi di antara kitab yang diajarkannya. Bahkan hingga usia sepuh, aktivitas mengaji dan mengajar tetap menjadi bagian penting dalam kesehariannya.

Nasihat yang kerap disampaikannya pun menempatkan ilmu pada posisi yang sangat tinggi. “Ilmu itu segalanya,” menjadi salah satu pesan yang ia tanamkan kepada para santri.

Menurut Kiai Da, ilmu merupakan harta yang tidak akan hilang meskipun seseorang berpindah tempat. Karena itu, ia terus mendorong para santri untuk tidak berhenti belajar dan mengaji. 

Semangat tersebut tidak lepas dari pendidikan yang diterimanya dari sang ayah, KH Ahmad Djazuli Utsman, pendiri Pesantren Al-Falah Ploso. Sang ayah dikenal memiliki kecintaan yang kuat terhadap tradisi belajar dan mengajar.

Presiden Prabowo Subianto (kiri) memberi salam kepada Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar (kanan) usai membuka secara resmi Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dengan ditandai menabuh bedug di Lapangan Untung Suropati Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).. - (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait