JAKARTA — myBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026 resmi dibuka di Istora Senayan, Jakarta, dan akan digelar selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Oktober 2026. Tahun ini, JRF mengusung semangat SHOW UP, sebuah ajakan untuk mendorong masyarakat hadir dan mengambil bagian dalam perkembangan budaya lari. Melalui festival ini, KLAB ingin menghadirkan ruang bagi pelari, komunitas, dan masyarakat untuk terhubung melalui olahraga sekaligus merayakan Jakarta sebagai kota yang dinamis.
Pembukaan myBCA JRF 2026 ditandai dengan seremoni pemotongan pita oleh Dickie Widjaja (Project Director myBCA Jakarta Running Festival 2026), Donny Tjahyadikarta (Race Director myBCA Jakarta Running Festival 2026), dan Norisa Saifuddin (Executive Vice President Transaction Banking Business Development BCA). Pita berukuran besar yang digunakan dalam seremoni terbuat dari kain daur ulang. Setelah acara, pita tersebut akan diolah kembali menjadi barang fungsional, seperti running belt, untuk kemudian didonasikan. Inisiatif ini menjadi salah satu wujud komitmen JRF terhadap keberlanjutan.
Baca Juga- Literasi Keuangan Jakarta Capai 84,01 Persen, Digitalisasi Pasar Jadi Fokus
- Konser YE Live in Jakarta Diproyeksikan Datangkan 20 Ribu Wisatawan Asing
- Di Jakarta, Fransesca Albanese Ajak Warga Gunakan Kekuatan Ekonomi untuk Tekan Israel
Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan pertunjukan Palang Pintu khas Betawi dan tur JRF Expo. Melalui berbagai aktivitas di area expo, pengunjung dapat mengenal lebih dekat mitra, merek, komunitas, dan pengalaman yang dihadirkan sepanjang festival. JRF Expo juga menjadi ruang pertemuan bagi pelari, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat untuk merayakan budaya lari bersama.
Setelah tur JRF Expo, acara dilanjutkan dengan konferensi pers myBCA Jakarta Running Festival 2026. Konferensi pers ini menghadirkan dua sesi diskusi. Sesi pertama membahas persiapan dan dukungan mitra untuk setiap kategori lomba, mulai dari Samsung Galaxy 5K, Le Minerale 10K, myBCA Jakarta Half Marathon, hingga HYDROPLUS Jakarta Full Marathon. Sementara itu, sesi kedua menyoroti kolaborasi lintas sektor dalam mendukung penyelenggaraan festival, mulai dari mobilitas dan keberlanjutan hingga perlindungan peserta dan dampak ekonomi.
myBCA Jakarta Running Festival 2026 diikuti oleh lebih dari 37.000 pelari dari 48 negara, termasuk lebih dari 1.000 pelari internasional, serta melibatkan lebih dari 500 komunitas lari. Jumlah pelari dari Malaysia dan Singapura juga meningkat sekitar dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini memperluas keterhubungan komunitas lari Jakarta dengan komunitas di Asia Tenggara sekaligus memperkuat daya tarik JRF bagi pelari regional.
Dalam tiga tahun penyelenggaraannya, Jakarta Running Festival juga terus meningkatkan kualitas kompetisi. Tahun ini, kategori myBCA Jakarta Half Marathon meraih Gold Label dari World Athletics. Pencapaian ini menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan kompetisi berstandar internasional dan memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism.
Donny Tjahyadikarta, Race Director myBCA Jakarta Running Festival 2026, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari upaya bersama penyelenggara, mitra, pelari, dan masyarakat Jakarta.
“Pencapaian Gold Label ini bukan hanya untuk Jakarta Running Festival, akan tetapi, pencapaian ini untuk seluruh pelari pastinya, juga kepada seluruh mitra yang telah mendukung Jakarta Running Festival, dan juga untuk warga kota Jakarta. Ada banyak standar yang kita harus penuhi. Yang pertama rute yang sudah terukur dan tersertifikasi. Artinya untuk seluruh pelari, baik dari elite ataupun pemula, mereka akan bisa merasakan standar yang sama dengan race kelas dunia. Ini juga adalah sebuah bukti bahwa kota Jakarta bisa menjadi destinasi sports tourism dunia,” ungkap Donny.
Tahun 2026 juga menandai tahun pertama BCA sebagai title sponsor Jakarta Running Festival sekaligus sponsor kategori Half Marathon. Kemitraan ini menjadi bagian dari dukungan BCA terhadap gaya hidup aktif dan perkembangan budaya lari di Indonesia. Melalui aplikasi myBCA, BCA juga ingin menghadirkan pengalaman yang relevan bagi nasabah, pelari, dan pengunjung festival.
Norisa Saifuddin, Executive Vice President Transaction Banking Business Development BCA, menyoroti potensi JRF dalam mendorong pertumbuhan industri sport tourism dan perekonomian nasional.
“Kami melihat JRF ini menjadi salah satu tonggak penting untuk tumbuhnya ekosistem dan industri sport tourism. Karena bukan hanya pelari yang terlibat. Kita lihat ada begitu banyak tenant-tenant yang hadir, bukan hanya brand-brand internasional tapi juga brand-brand lokal. Jadi ini tentang bagaimana kita mendukung gaya hidup sehat, tentang menumbuhkan perekonomian Indonesia, dan juga menumbuhkan brand-brand kebanggaan kita sama-sama,” tutur Norisa.
Dukungan terhadap masing-masing kategori lomba juga menjadi bagian penting dari penyelenggaraan JRF 2026. HYDROPLUS kembali mendukung kategori maraton untuk tahun kedua. Le Minerale melanjutkan kemitraannya sebagai sponsor kategori 10K dan Official Mineral Water untuk tahun ketiga. Sementara itu, Samsung Galaxy kembali mendukung kategori 5K untuk tahun kedua sebagai Official Smartphone & Smartwatch Partner.
Bagi HYDROPLUS, kemitraan ini sejalan dengan upaya membangun kebiasaan berolahraga dan gaya hidup sehat di Indonesia. Margareta Sianne, Senior Brand Executive PT Savoria Kreasi Rasa (HYDROPLUS), menjelaskan alasan di balik keberlanjutan dukungan tersebut.
“Jadi ini memang tahun kedua kita, khususnya HYDROPLUS untuk mensponsori event sebesar ini. Dan kebetulan ini juga tahun keduanya HYDROPLUS hadir di Indonesia. Jadi kita sama-sama membangun dari nol, sama-sama kita berkomitmen untuk mendukung olahraga Indonesia, khususnya di kategori lari supaya membangun kebiasaan olahraga, kebiasaan untuk hidup sehat,” ucap Margareta.
Sebagai sponsor kategori 10K sekaligus Official Mineral Water, Le Minerale turut meningkatkan dukungan hidrasi untuk mengakomodasi jumlah peserta tahun ini. Yuna Eka Kristina, Head of Public Relations and Digital Le Minerale, menjelaskan penyesuaian yang dilakukan untuk mendukung kebutuhan pelari sepanjang rute.
“Tentunya ini adalah apresiasi buat kami dan juga merupakan satu bukti bahwa Le Minerale juga secara produk mungkin standarnya juga masuk ke dalam standar internasional untuk memenuhi setiap kebutuhan hidrasi pelari nanti. Jumlahnya menjadi 37.000, ya, sekarang. Dan titik water station kami juga akan bertambah menjadi sekitar 32. Di perjalanan ini kita juga akan berusaha terus memenuhi untuk kebutuhan supaya teman-teman pelari nanti bisa finish strong,” ujar Yuna.
Sementara itu, Samsung Galaxy memandang kategori 5K sebagai pintu masuk bagi masyarakat untuk mulai mengikuti perlombaan dan menantang kemampuan diri. Andi Airin, Head of MX Marketing & Demand Generation Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan peran teknologi dalam mendukung pengalaman tersebut.
“Kita melihat 5K itu adalah the right gateway untuk kami, Samsung Galaxy, untuk bisa mendampingi para runners. Saya menolak untuk bilang newbie, tapi sebenarnya 5K itu adalah satu gateway, pembuka di mana sebenarnya berhasil untuk challenge yourself untuk ikut maraton. [Ketika] mau melewati batasan, mau challenge yourself, dan di situ kami Samsung Galaxy ikut mendampingi, ikut memberikan insight-insight penting untuk vitals body, dengan spirit bahwa you have to rest, then do the rest,” tutur Andi.
Selain dukungan kategori lomba, kemitraan dengan adidas Indonesia turut berlanjut memasuki tahun ketiga. Tahun ini, adidas menghadirkan adidas EVO SL JRF 2026 Edition, sepatu edisi khusus Jakarta Running Festival. Kolaborasi ini juga mencakup aktivitas latihan dan keterlibatan komunitas melalui adidas Runners untuk membantu pelari mempersiapkan diri menuju perlombaan.
Cinita Dewi Mayakatri, Senior Manager Brand Activation adidas Indonesia, menjelaskan bahwa edisi khusus ini dihadirkan untuk memenuhi antusiasme pelari dan kolektor terhadap produk yang membawa identitas JRF.
“Jadi stoknya tentunya kami sediakan sangat cukup untuk memenuhi antusias dari para pelari dan juga para kolektor. Karena ini special edition dan hanya ada di tahun ini, sehingga waktunya terbatas. Jadi saya harap sekali bahwa pada hari ini di event JRF 2026 ini adalah salah satu yang dinanti-nantikan. Jadi kalau dilihat detail-detailnya juga sangat memberikan identitas dari JRF tentunya dengan adidas. Kita pastikan bahwa semua pelari atau kolektor itu memiliki sepatu yang terbaik dari adidas,” tutur Cinita.
Kolaborasi myBCA JRF 2026 juga mencakup berbagai mitra strategis yang mendukung pengalaman peserta di luar lintasan. Dalam sesi Talkshow Strategic Partner, MRT Jakarta membahas dukungan mobilitas bagi pelari dan penonton. TBS Foundation mengangkat inisiatif sosial melalui olahraga, sedangkan Generali Indonesia mendukung perlindungan peserta sebagai Official Insurance Partner. Katadata kembali berperan sebagai Official Research Partner untuk mengukur dampak ekonomi JRF. Sementara itu, Siloam International Hospital mendukung kesiapan layanan medis selama acara.
Dari sisi mobilitas, MRT Jakarta menyiapkan layanan lebih pagi selama dua hari perlombaan. Fasilitas ini diharapkan memudahkan pelari mencapai area perlombaan tepat waktu sekaligus mendukung penggunaan transportasi publik.
“Dari MRT Jakarta kami akan mendukung mobilitas yang lebih nyaman dan lebih mudah bagi para pelari JRF, di mana untuk dua hari race day, hari Sabtu dan Minggu, MRT beroperasi lebih pagi. Mulai pukul 3 pagi, untuk sampai ke GBK mudah-mudahan enggak ada yang telat dari runners, dan bisa show up ready.
“Untuk pengambilan racepack, MRT juga menyediakan gratis naik MRT, ini disediakan oleh rekan-rekan JRF sebagai fasilitas bagi para runners. Kalau mau ambil racepack mudah, silakan gunakan hanya QR yang ada di aplikasi JRF. Dan di race day-nya silahkan gunakan QR yang ada di BIB untuk menggunakan fast track yang ada di stasiun MRT,” ujar Samuel Ryan Pradipta Pranowo, Division Head Business Planning and Expansion Division MRT Jakarta.
Di bidang sosial, TBS Foundation menghadirkan program charity runners untuk menggalang dana renovasi sekolah yang terdampak banjir di Sumatera Barat. Selain itu, yayasan tersebut juga menginisiasi pengumpulan buku untuk mendukung akses pendidikan. Juli Oktarina, Chairwoman TBS Foundation, memaparkan dua program yang dijalankan tahun ini.
“Untuk tahun pertama membuat charity runners. Nah, jadi charity runner bekerja sama dengan YKAP, kami membuat sebanyak 21 charity runners, mereka akan berlari untuk menggalang dana, dan tujuannya yang sangat baik, yaitu kita ingin merenovasi sekolah SD di Sumatera Barat yang seperti kita tahu terkena banjir pada akhir tahun 2025.
“Selain itu, inisiatif kedua pada tahun 2026 ini kami juga melakukan penggalangan dana dengan menyediakan 8.000 buku yang akan diberikan kepada sekolah-sekolah di termasuk Sumatera Barat dan juga di Jakarta, Jabodetabek. Nah, buku ini jadi sebagai sarana kami juga untuk sebagai pilar pertama di TBS Foundation di mana kita ingin improve quality education.”
Aspek keselamatan peserta juga menjadi perhatian melalui dukungan Generali Indonesia sebagai Official Insurance Partner. Perlindungan ini ditujukan untuk mengantisipasi risiko kesehatan maupun kecelakaan yang berkaitan dengan aktivitas lari selama festival.
“Sebagai official insurance partner, pastinya kita hadir untuk memberikan perlindungan kepada para pelari atas risiko kesehatan dan juga risiko jiwa yang terjadi misalnya kecelakaan ataupun risiko kesehatan lainnya yang berhubungan langsung dengan dampak dari olahraga lari selama event lari hari ini. Contohnya penyakit kalau kena serangan jantung, dehidrasi, heatstroke,” tutur Devi Heriani, Head of Marketing Communications Generali Indonesia.
Sementara itu, pengukuran dampak ekonomi menjadi salah satu upaya untuk memahami kontribusi JRF terhadap aktivitas ekonomi Jakarta. Katadata, yang kembali menjadi Official Research Partner, sebelumnya memperkirakan dampak ekonomi penyelenggaraan JRF 2025 mencapai Rp 160 miliar. Heri Susanto, Chief Content Officer Katadata, menjelaskan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap dampak tersebut.
“Kalau tahun lalu, 2025, kami sudah menghitung melalui survei yang kami lakukan, dampak ekonomi dari event ini sekitar Rp160 miliar. Harusnya tahun ini tentu saja akan lebih besar. Karena banyak juga peserta JRF ini mayoritas malah dari luar kota, jadi mereka menginap di sini, berbelanja di sini, menggunakan transportasi ke sana kemari, sampai kulineran,” ucap Heri.
Untuk mendukung keselamatan pelari, Siloam International Hospitals sebagai Official Hospital Partner JRF turut menyiapkan tenaga medis dan ambulans selama penyelenggaraan. Kesiapan ini mencakup penempatan tenaga kesehatan di tenda medis utama dan pos medis di sepanjang rute perlombaan.
“Kami sediakan saat ini adalah 11 ambulans, hanya dari Siloam Hospitals. Jadi kami ada lebih dari 10 dokter dan perawat, kita enggak hitung yang lain nih, cuma dokter dan perawat aja dari Siloam. Kami akan ready mulai dari tenda medis utama sampai dengan di area lain, misalnya ada di medical post di sepanjang rute,” ujar dr. Wahyuni Dian Purwati, dokter Siloam Hospitals.
Berbagai kemitraan tersebut melengkapi penyelenggaraan JRF 2026 melalui dukungan terhadap kompetisi, mobilitas, keberlanjutan, pendidikan, perlindungan, dan layanan kesehatan. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan festival yang dapat dinikmati oleh pelari maupun masyarakat luas.
JRF mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan berbagai cara, mulai dari mengikuti perlombaan dan mengunjungi JRF Expo hingga memberikan dukungan kepada para pelari melalui Community Cheering Zone. Semangat SHOW UP mengajak setiap orang untuk hadir dan menjadi bagian dari perayaan olahraga serta budaya lari di Jakarta.
Perlombaan myBCA Jakarta Running Festival 2026 berlangsung selama dua hari. Pada Sabtu (24/10/2026), rangkaian lomba mencakup myBCA Jakarta Half Marathon dan Samsung Galaxy 5K. Selanjutnya, Ahad (25/10/2026), akan diisi oleh HYDROPLUS Jakarta Full Marathon dan Le Minerale 10K.
Ikuti Whatsapp Channel Republika