REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Andrabi dalam taklimat pekanan di Islamabad, Kamis (27/8/2026) menegaskan bahwa, Pakistan secara konsisten menolak penerapan sepihak dan tidak menerima sanksi sepihak. Hal itu dikatakan Andrabi menjawab pertanyaan dari IRNA soal perang ekonomi AS terhadap Iran.
Andrabi dilansir Mehr News menambahkan bahwa sanksi-sanksi ekonomi memiliki konsekuensi negatif, dan Pakistan tidak mengakuinya berdasarkan hukum internasional.
Baca Juga- Jenderal Pakistan ke Teheran, Ajak Iran Gabung Pakta Makkah?
- Israel Bersitegang dengan Turki, Apakah Arab Saudi dan Pakistan akan Membela Ankara?
- Dubes Jepang, Pakistan, Mesir, dan Belanda Apresiasi HUT ke-81 RI di Istana
Andrabi menggambarkan perang ekonomi terhadap Iran sebagai konflik yang meluas antara Teheran dan Washington, sembari menegaskan pentingnya pemecahan masalah lewat diplomasi dan dialog. Andrabi kembali menegaskan komitmen dan tekad serius Pakistan untuk melanjutkan kerja sama perdagangan dengan Iran sesuai dengan perjanjian antara kedua negara.
Sebelum Pakistan, China juga menegaskan bahwa hubungan kerja samanya dengan Iran berada dalam kerangka internasional sehingga tidak boleh diganggu, termasuk oleh Amerika Serikat.
"Kerja sama China dengan Iran dilakukan dalam kerangka hukum internasional, sehingga tidak boleh diganggu. Kami mengikuti perkembangan dengan saksama, dan akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya dengan tegas," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (25/8/2026).
Lin Jian menyebut perang ekonomi dan tekanan maksimum tidak memberikan solusi. Sebaliknya, sanksi ekonomi hanya akan memicu ketegangan dan menyebabkan risiko meluas, yang akan mengganggu tatanan ekonomi dan keuangan global, dan merugikan hak dan kepentingan sah negara lain.
Tugas mendesak saat ini, menurut Lin Jian, adalah memfasilitasi deeskalasi situasi dan kembali ke dialog dan negosiasi sesegera mungkin.
"China akan melakukan segala yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya dengan tegas," tegas Lin Jian.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara