REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP PDIP Said Abdullah membantah berbagai tudingan yang mengaitkan partai banteng itu dengan aktivis mantan ketum BEM UGM Tiyo Ardianto. Menurut Said, menghubungkan PDIP dengan relasi keluarga atau jaringan pribadi Tiyo merupakan tidak masuk akal.
“Kalau dia ada besanan, ada famili itu kan tidak pada tempatnya kita mempermasalahkan kedekatan kekeluargaan. Akan tetapi kalau itu dikait-kaitkan, menurut hemat saya, sangat tidak make sense sama sekali,” kata Said di kompleks parlemen Senayan, Rabu (17/6/2026).
Baca Juga- Setelah Insiden Balon Mata-Mata, China Kini Terbangkan AS700: Apa Tujuan Sebenarnya?
- Ini Sejumlah Rekor yang Ditorehkan Messi Setelah Antar Argentina Sikat Aljazair
- Pantau Harga Sawit, Mentan: Masih Ada 130 Perusahaan Belum Naikkan Harga TBS
Ia menegaskan, sesuai arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, partainya tidak pernah terlibat dalam berbagai aksi demonstrasi yang berlangsung, baik pada akhir Agustus tahun lalu maupun aksi mahasiswa yang masih terjadi hingga saat ini.
“Dipastikan, PDIP, sesuai dengan perintah Ibu Ketua Umum, terhadap berbagai demonstrasi, baik akhir Agustus yang lalu maupun turunnya adik-adik mahasiswa, tidak ada sama sekali keterlibatan dari PDIP. Baik itu sebagai apa ya, sebagai kader maupun sebagai anggota,” katanya.
Said menekankan bahwa mengorganisasi atau menggerakkan demonstrasi bukanlah cara yang ditempuh partainya. Ia juga meminta publik tidak menafsirkan kehadiran sejumlah tokoh yang memiliki kedekatan dengan PDIP dalam berbagai kegiatan sebagai bentuk keterlibatan partai.
“Tegas yang disampaikan ibu, karena itu bukan cara-cara PDIP. Termasuk ketika termonitor oleh berbagai pihak, keikutsertaan atau jalan-jalan yang terlihat seperti Andi Widjajanto, itu sama sekali tidak boleh ditafsirkan bahwa itu adalah PDIP,” katanya.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika