TEHERAN -- Pejabat tinggi mewakili negara-negara yang tergabung dalam Pakta Mekkah yakni Arab Saudi, Turki, dan Pakistan, akan menemui pejabat Iran di Teheran pada Senin (26/10/2026). Demikian laporan Reuters mengutip dua sumber yang mengetahui hal ini.
Arab Saudi akan diwakili oleh Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman sementara Pakistan diwakili oleh Kepala Angkatan Darat Marsal Asim Munir. Menurut sumber lain, kepala intelijen Turki juga akan bergabung dalam pertemuan itu.
Baca Juga- Kejar-Kejaran Membangun Pembangkit Nuklir di Singapura dan Indonesia
- Ubed Akui Gugup Hadapi Tekanan Tuan Rumah Saat Ladeni Christo Popov di Final French Open
- Gerindra Cermati Isu Dino Patti Djalal Temui Dubes Singapura
Kantor media pemerintahan Saudi dan media militer Pakistan tidak merespons permintaan konfirmasi dari Reuters terkait hal ini. Rencana pertemuan tingkat tinggi ini akan menjadi yang pertama terjadi antara wakil Pakta Mekkah dan pejabat Iran di tengah ketegangan di kawasan yang terus meningkat.
Pada awal bulan ini, meneteri-menteri dari negara Pakta Mekkah menggelar pertemuan di Riyadh dan setuju untuk memastikan "pengerahan segera" kekuatan dan kapabilitas militer di Arab Saudi. Konflik di kawasan akibat agresi AS-Israel terhadap Iran telah menciptakan destabilisasi dan membuat Saudi dalam ancaman terlibat dalam perang yang lebih luas.
Pakta Mekkah diteken pada Agustus 2026 di bawah perjanjian serangan terhadap satu negara dinilai sebagai serangan ke negara anggota. Pasal satu Pakta Mekkah menyebutkan bahwa semua pihak akan menggunakan "semua cara yang diperlukan" untuk mengeliminasi ancaman terhadap integritas teritori negara lain, kedaulatan atau batas-batas internasional yang diakui.
Upaya ratifikasi Pakta Mekkah oleh parlemen Turki dimulai pekan lalu dan masih dalam proses. Adapun, Pakistan telah meratifikasinya pekan lalu.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika