Nasional

Pemanasan Global Makin Cepat, Ekosistem Bumi di Ambang Titik Kritis

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Direktur Potsdam Institute for Climate Impact Research Johan Rockstrom memperingatkan pemanasan global akibat emisi bahan bakar fosil semakin cepat. Kondisi ini mendorong sejumlah ekosistem penting di bumi...

22 Oktober 2026, pukul 00:01 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Direktur Potsdam Institute for Climate Impact Research Johan Rockstrom memperingatkan pemanasan global akibat emisi bahan bakar fosil semakin cepat. Kondisi ini mendorong sejumlah ekosistem penting di bumi mendekati titik kritis yang dapat memicu kerusakan permanen.

Dalam konferensi Reuters Sustainability Europe pada Selasa (20/10/2026), Rockstrom mengatakan kerusakan terumbu karang dan hutan hujan Amazon hampir mencapai tahap yang tidak dapat dipulihkan. Selain itu, sebagian sistem sirkulasi Samudra Atlantik, termasuk arus laut yang membawa air hangat dari Karibia dan membantu menjaga iklim Eropa Barat tetap moderat, juga mendekati keruntuhan.

Baca Juga

Dalam konferensi yang digelar menjelang pertemuan perubahan iklim PBB (COP31) yang akan dimulai pada 9 November di Turki, Rockstrom mengatakan penelitian ilmiah terbaru mengonfirmasi beberapa tahun mendatang suhu rata-rata permukaan bumi berpotensi melampaui 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri. Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem.

Rockstrom menekankan perusahaan perlu mengintegrasikan agenda iklim dan pelestarian alam untuk memperkuat ketahanan operasional mereka dalam menghadapi risiko perubahan iklim. Langkah integrasi ini dinilai sangat krusial bagi keberlanjutan sektor industri.

"Perusahaan-perusahaan yang ingin mempersiapkan diri dan membangun ketahanan dalam operasinya harus memperlakukan iklim dan alam sebagai satu agenda terintegrasi, bukan dua isu yang terpisah," katanya.

Menurutnya, selain memprioritaskan upaya dekarbonisasi, perusahaan juga perlu berinvestasi dalam pelestarian alam. Investasi tersebut terutama perlu diarahkan pada proyek-proyek yang mempertahankan atau memulihkan keanekaragaman hayati serta menjaga dan membangun kembali cadangan air tawar.

Rockstrom juga menyampaikan keprihatinannya terhadap upaya lobi yang mendorong pelonggaran aturan penghentian penggunaan kendaraan bermesin pembakaran internal. Ia menyoroti subsidi untuk bensin dan diesel dapat melemahkan permintaan konsumen terhadap kendaraan listrik, sehingga berpotensi menghambat upaya pengurangan emisi di sektor transportasi.

"Sangat mengganggu melihat upaya lobi untuk melonggarkan aturan penghentian penggunaan kendaraan bermesin pembakaran internal," ujarnya.

Peringatan tersebut disampaikan ketika negara-negara bersiap menghadapi COP31 di Turki. Forum ini akan menjadi ajang penting untuk membahas langkah-langkah global dalam menekan emisi dan membatasi kenaikan suhu bumi.

Loading... sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait