Nasional

Pemkab Malinau Perkuat Sektor Pertanian Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Alternatif

REPUBLIKA.CO.ID, MALINAU, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), memperkuat sektor pertanian untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi alternatif. Langkah ini diambil agar perekonomian daerah tidak lagi bergantung sepenuhnya...

22 Oktober 2026, pukul 19:30 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, MALINAU, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), memperkuat sektor pertanian untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi alternatif. Langkah ini diambil agar perekonomian daerah tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sektor pertambangan, khususnya batu bara.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Malinau, Agustinus, mengatakan pengembangan pertanian merupakan salah satu program prioritas melalui Program Pertanian Sehat (PESAT). Program ini diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Agustinus, pemerintah daerah perlu menyiapkan sumber pertumbuhan ekonomi alternatif. "Kita ingin sektor pertanian ini benar-benar memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malinau. Karena itu, produksi pertanian harus terus ditingkatkan," katanya di Malinau, Kamis.

Ketahanan Pangan dan Kemandirian Daerah

Sektor pertanian dinilai memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Agustinus menekankan bahwa ketahanan pangan harus menjadi tanggung jawab bersama dan tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Selama ini, Malinau masih mendatangkan sejumlah kebutuhan pangan dari luar daerah, termasuk beras dan telur. Meski demikian, produksi telur lokal mulai menunjukkan perkembangan yang positif.

Dukungan Alat Berat dan Modernisasi Pertanian

Untuk mendukung sektor pertanian menjadi sumber pertumbuhan ekonomi alternatif, Pemkab Malinau menyediakan dukungan alat berat. Peralatan seperti ekskavator, traktor, dan grader dapat dimanfaatkan untuk membuka lahan serta membangun akses jalan usaha tani.

Namun, pemerintah daerah juga mengingatkan agar lahan yang telah dibuka tetap dipertahankan sebagai kawasan pertanian. Lahan tersebut tidak boleh beralih fungsi menjadi kawasan permukiman setelah menggunakan peralatan yang disediakan pemerintah daerah.

"Potensi lahan, sumber daya alam, dan semangat masyarakat harus dikelola dengan baik melalui perencanaan, pendampingan berkelanjutan, serta dukungan teknologi pertanian," ujarnya.

Upaya lainnya untuk memperkuat sektor pertanian adalah melaksanakan tanam padi perdana menggunakan metode modernisasi pertanian Advanced Agricultural System (PMAAS). Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Malinau Kota pada Rabu (21/10/2026).

Agustinus berharap modernisasi pertanian menjadi langkah awal untuk memperkenalkan inovasi pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan nilai tambah bagi petani. "Kita mendorong agar kawasan pertanian yang telah dikembangkan dapat ditetapkan sebagai sentra pangan. Perbaikan akses jalan usaha tani menjadi salah satu perhatian agar petani lebih mudah mengangkut dan memasarkan hasil panennya," tuturnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait