REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA, – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua Pegunungan memberikan klarifikasi terkait nilai proyek Jembatan Wollo di Kabupaten Jayawijaya. Pihaknya menegaskan bahwa anggaran pengerjaan jembatan tersebut adalah sebesar Rp10,3 miliar, bukan Rp39 miliar seperti yang beredar di masyarakat.
“Ada yang mengatakan nilai Jembatan Wollo sebesar Rp39 miliar itu keliru, karena nilainya hanya Rp10,3 miliar," kata Kepala Dinas PUPR Papua Pegunungan Tunggul W Panggabean di Wamena, Senin.
Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan Wollo ini dilaksanakan pada tahun 2025 melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan. Tujuan utamanya adalah untuk membantu akses transportasi masyarakat di Distrik Wollo. Proses pengerjaan fisiknya sendiri telah rampung 100 persen pada tahun lalu.
Tunggul menambahkan, audit atau pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap proyek ini juga telah dilakukan pada Februari 2026. "Semua berjalan baik,” ujarnya singkat.
Spesifikasi dan Proses Lelang Jembatan
Lebih lanjut, Tunggul memaparkan spesifikasi teknis dari jembatan tersebut. Jembatan Wollo memiliki panjang kurang lebih 30 meter dengan lebar yang sedikit lebih besar dari ukuran sebuah mobil. Desain ini dipilih untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan akses transportasi saat melewati sungai.
“Jembatan Wollo dikerjakan saat APBD Perubahan 2025 dan telah rampung tahun lalu. Beberapa anggota dan pimpinan DPR Papua Pegunungan telah hadir dan melihat pembangunan tersebut,” jelasnya.
Terkait proses pengadaan, Dinas PUPR memastikan bahwa seluruh mekanisme pelelangan proyek telah dilakukan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku. Proses lelang dilakukan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
"Itu masyarakat bisa mengaksesnya secara langsung di LPSE. Semua transaksi dan lelang proyek itu kami menggunakan LPSE sesuai ketentuan yang berlaku serta besaran nilainya pun bisa terlihat di situ,” tegas Tunggul.
Ia juga memastikan bahwa hasil pembangunan Jembatan Wollo telah sesuai dengan spesifikasi teknis berdasarkan gambar dan struktur perencanaan yang dibuat sebelum masa konstruksi dimulai. Pihaknya berharap, kehadiran jembatan ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat di Distrik Wollo dan sekitarnya.
“Kami berharap jembatan yang telah dibangun tersebut dapat membawa dampak positif bagi masyarakat di Distrik Wollo dan sekitarnya sehingga meningkatkan kesejahteraan bagi mereka,” pungkasnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara